Tekan Inflasi Daerah, DPRD Provinsi Gorontalo Bahas Stabilitas Harga Pangan Bersama Kementerian perdagangan RI Ditjen Perdagangan Dalam Negeri

Berita76 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Komisi gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamis (22/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri tersebut bertujuan mengoordinasikan tata niaga dan ketersediaan beras guna mengendalikan fluktuasi harga pangan yang berpotensi memicu inflasi di Provinsi Gorontalo yang diterima langsung oleh Irfan kurniawan
Analis perdagangan Ahli muda

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Hasan, menyampaikan sejumlah persoalan terkait perkembangan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok di daerah. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang menjadi bahan pembahasan, inflasi Gorontalo mencapai 5,48 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di kisaran 3,26 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius melalui langkah koordinasi dan intervensi yang tepat, terutama terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga signifikan.

Dari sembilan bahan pokok penting yang menjadi perhatian, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan harga cukup tinggi, yakni mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Selain itu, harga beras di wilayah Gorontalo juga dinilai relatif tinggi, khususnya beras kualitas medium untuk wilayah regional A.

Fadli menegaskan bahwa persoalan harga dan ketersediaan pangan tidak dapat ditangani secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersama instansi terkait agar distribusi, pasokan, serta stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga.

Dalam koordinasi tersebut, pihak Kementerian Perdagangan turut memberikan masukan mengenai langkah-langkah stabilisasi harga pangan. Koordinasi lanjutan dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga dinilai penting, mengingat pengelolaan cadangan beras pemerintah dan kebijakan stabilisasi pangan melibatkan kewenangan kedua instansi tersebut.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Provinsi Gorontalo diperkirakan masih tersisa sekitar 10.500 ton. Ketersediaan stok tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga pasokan beras dan mengantisipasi tekanan kenaikan harga di pasaran.

Komisi gabungan DPRD Provinsi Gorontalo juga menyoroti pentingnya langkah antisipatif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok berpotensi meningkat. Penambahan atau pergeseran stok cadangan beras pemerintah diharapkan dapat dipertimbangkan untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga di daerah.

Upaya stabilisasi tersebut diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga pergantian tahun, sekaligus menjadi langkah persiapan menghadapi bulan Ramadan, ketika permintaan bahan pokok cenderung meningkat.

Melalui kunjungan kerja ini, Komisi gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga ketersediaan beras, mengendalikan kenaikan harga pangan, serta menekan tekanan inflasi di Provinsi Gorontalo.

DPRD Provinsi Gorontalo menilai bahwa stabilitas harga dan kepastian pasokan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, sinergi lintas instansi dan pemantauan kondisi pasar secara berkelanjutan diperlukan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *