Humas Deprov – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, 1 Mei, saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh buruh, pekerja, dan tenaga kerja yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi bangsa. Dari tangan para buruh, roda zaman terus berputar. Dari peluh mereka, negeri ini menanak harapan dan menjaga nyala pembangunan tetap hidup.
Buruh adalah mereka yang bangun sebelum fajar, berangkat dengan semangat, dan pulang membawa harapan bagi keluarga. Mereka menyulam kehidupan dengan tenaga, disiplin, dan kesabaran. Karena itu, peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menegaskan bahwa hak-hak pekerja harus dihormati, dilindungi, dan diperjuangkan bersama.
Hari ini kita merayakan suara yang tak boleh dibungkam, hak yang tak boleh dirampas, dan martabat yang tak boleh ditawar murah. Negara dan seluruh pemangku kepentingan wajib memastikan terciptanya hubungan industrial yang adil, upah yang layak, jaminan sosial yang kuat, serta ruang dialog yang sehat antara pekerja dan pengusaha.
Sejarah telah mengajarkan bahwa ketika buruh bersatu, mereka menjadi kekuatan besar yang mampu mendorong perubahan. Namun ketika tercerai, saling menjatuhkan, dan melupakan nasib bersama, maka perjuangan akan kehilangan arah. Karena itu, persatuan buruh adalah syarat utama lahirnya keadilan sosial.
Saya mengajak seluruh elemen pekerja di Gorontalo dan Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas, dan menjaga perjuangan tetap berada di jalan damai, demokratis, dan bermartabat. Keadilan tidak lahir dari diam, tetapi dari keberanian untuk bersatu dan bergerak bersama.
Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.
Suara buruh adalah denyut demokrasi.
Ridwan Monoarfa
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo
Fraksi NasDem















