Humas Deprov— Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan II Bone Bolango, Lolly Yunus, kembali menggelar reses dalam rangka Masa Persidangan Tahun 2025/2026. Kali ini, kegiatan reses dilaksanakan di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, pada Senin (09/02/2026).
Reses tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang dialog langsung dengan wakil rakyat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, di mana warga secara terbuka menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan desa.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi prioritas mengemuka, di antaranya perbaikan jalan desa yang dinilai sudah tidak memadai, kebutuhan pupuk bagi petani untuk mendukung produktivitas pertanian, serta permintaan bantuan kipas angin untuk masjid guna menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lolly Yunus menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Dutohe Barat. Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan desa menjadi hal penting karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Jalan desa yang baik akan menunjang aktivitas masyarakat, termasuk petani dalam mengangkut hasil pertanian. Ini tentu akan menjadi perhatian saya untuk diperjuangkan,” ujarnya.
Terkait kebutuhan pupuk, Lolly menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, dukungan sarana produksi pertanian perlu terus didorong agar hasil panen petani dapat meningkat.
Sementara itu, untuk aspirasi bantuan kipas angin masjid, Lolly Yunus menyatakan akan menyerahkannya secara pribadi kepada pengurus masjid. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat melaksanakan ibadah.
“Masjid adalah pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Insya Allah, bantuan kipas angin ini akan saya serahkan langsung sebagai bentuk kepedulian,” ungkap politisi Partai NasDem tersebut.
Melalui kegiatan reses ini, Lolly Yunus berharap aspirasi masyarakat Desa Dutohe Barat dapat terakomodasi dan diwujudkan dalam program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, baik di sektor infrastruktur, pertanian, maupun kehidupan sosial keagamaan.









