Humas Deprov – Pimpinan dan Anggota nggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat 17 April 2026.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap aspirasi masyarakat yang mengeluhkan keterbatasan akses penyeberangan, khususnya saat musim banjir.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tuli, menyampaikan bahwa dari hasil kunjungan tersebut terungkap sejumlah persoalan penting yang dihadapi masyarakat.
“Di Desa Modelidu, khususnya di Dusun I, terdapat sekitar 56 Kepala Keluarga dan 26 siswa yang bermukim di wilayah tersebut. Mereka mengalami kesulitan akses, terutama saat musim banjir karena penyeberangan menjadi sangat terbatas,” ungkapnya.
Selain persoalan akses, lanjut Espin, mobilitas hasil perkebunan masyarakat juga menjadi kendala serius. Distribusi hasil usaha, baik dari dalam maupun luar kawasan, tidak berjalan optimal akibat keterbatasan infrastruktur.
“Padahal kawasan ini juga memiliki potensi sebagai lokasi wisata, sehingga sangat membutuhkan dukungan akses yang memadai untuk mendorong pengembangan wilayah,” tambahnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat tiga hal krusial yang menjadi perhatian, yakni terbatasnya akses penyeberangan masyarakat, terhambatnya mobilisasi hasil perkebunan dan ekonomi warga, serta belum optimalnya pengembangan potensi wisata akibat minimnya infrastruktur.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Usulan awal yang akan diajukan adalah pembangunan jembatan gantung yang dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
“Ini yang kemudian menggugah kami untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi prioritas,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo akan mengusulkan pembangunan jembatan tersebut melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, dengan harapan dapat terakomodasi dalam perencanaan tahun 2027 seiring dengan penyusunan RKPD.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo untuk menghitung kebutuhan anggaran pembangunan jembatan gantung tersebut.
“Walaupun saat ini ada kebijakan efisiensi anggaran, kami tetap berharap pembangunan ini bisa terealisasi, baik melalui Pokir DPRD maupun melalui anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia pun berharap adanya dukungan dari seluruh pihak agar rencana pembangunan tersebut dapat segera diwujudkan.
“Insya Allah, kami mohon doa dan dukungan agar usulan ini dapat terealisasi demi meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Pewarta: Rivan














