Tindaklanjuti Isu Krusial, Komisi IV DPRD Temui Bupati Pohuwato

Komisi IV DPRD641 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo ke Kantor Bupati Pohuwato, Rabu (04/06/25), merupakan respon komisi 4 terhadap sejumlah isu krusial yang tengah menjadi sorotan publik.

Kedatangan rombongan anggota dewan ini diterima langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.

Dalam pernyataan usai pertemuan, anggota Komisi IV, Muhammad Zikyan, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya diterima DPRD Provinsi Gorontalo.

“Kami datang untuk menggali langsung informasi dan klarifikasi dari pemerintah daerah, khususnya terkait beberapa tuntutan warga yang disuarakan langsung kepada kami, termasuk didalamnya melalui aksi demo tempo hari,” ujar Zikyan.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah aktivitas perusahaan tambang Pani Gold di wilayah Pohuwato.

Komisi IV mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap pemenuhan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta sejauh mana keberpihakan perusahaan terhadap tenaga kerja lokal.

“Kami mencermati tuntutan bahwa masyarakat lokal tidak cukup diakomodir dalam perekrutan. Namun menurut penjelasan Pak Bupati, hal itu sudah mulai direspons,” jelas Zikyan.

Bahkan baru-baru ini ada 40 tenaga kerja lokal yang diterima, 35 diantaranya adalah ring satu yang diberangkatkan ke Banyuwangi untuk pelatihan,” sambungnya.

Pelatihan tersebut, lanjutnya, merupakan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar figur profesional di sektor pertambangan, yang saat ini menjadi industri strategis di daerah Pohuwato.

Selain isu pertambangan, Komisi IV juga menyoroti persoalan irigasi yang tak kunjung tuntas. Kondisi ini telah menyebabkan lima kali gagal panen bagi petani di wilayah Pohuwato.

Para Legislator meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk mempercepat penyelesaian masalah ini.

“Ini bukan soal teknis semata, tapi sudah masuk ranah kesejahteraan rakyat. Petani kita terpuruk karena irigasi tak kunjung memadai. Ini harus segera dicarikan jalan keluarnya,” tegasnya.

Tak hanya soal tambang dan pertanian, Komisi IV juga mengusulkan agar SMAN 1 Pohuwato diberdayakan menjadi sekolah pendamping sektor industri, khususnya pertambangan.

Hal ini, kata Zikyan dinilai strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja terampil lokal dengan kebutuhan spesifik perusahaan pertambangan, yang jadi industri strategis di wilayah Pohuwato.

“Kami berharap sekolah ini menjadi jawaban atas kebutuhan lapangan pekerjaan, dengan menyediakan jurusan-jurusan yang adaptif terhadap peluang kerja di industri pertambangan,” tutup Zikyan.

Pewarta : Humas Deprov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *