Humas Deprov – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo atas perhatian dan dukungannya terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani sawah di wilayah Buliyohuto dan sekitarnya, melalui program pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Apresiasi tersebut disampaikan Syarifudin Bano dalam kegiatan sosialisasi persiapan pelaksanaan program JIAT yang berlangsung di Aula Kantor Camat Buliyohuto. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Buliyohuto, Camat Mootilango, kepala desa penerima program, unsur Polsek dan Koramil, serta kelompok-kelompok tani.

Syarifudin mengatakan, program JIAT merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan air bagi para petani, terutama ketika musim kemarau menyebabkan berkurangnya pasokan air pada jaringan irigasi yang selama ini menjadi andalan masyarakat.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah Buliyohuto CS, yang meliputi Kecamatan Buliyohuto, Mootilango, Tolangohula, Asparaga, dan Bilato, menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, khususnya persawahan.
Selama ini, para petani mengandalkan Daerah Irigasi (DI) Bulia dan DI Hungayoua untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian mereka. Namun, saat musim kemarau, debit air pada kedua daerah irigasi tersebut kerap mengalami penurunan sehingga berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air di sawah.
“Program JIAT ini sangat membantu masyarakat, khususnya para petani sawah yang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan air ketika musim kemarau. Kami mengapresiasi BWS Sulawesi II Gorontalo yang telah memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat di wilayah Buliyohuto CS,” ujar Aleg Demokrat dari dapil Boliyohuto cs”.
Ia mengungkapkan, dari total 34 titik program JIAT yang dialokasikan untuk Provinsi Gorontalo, sebanyak 15 titik berada di Kabupaten Gorontalo. Dari jumlah tersebut, 13 titik dialokasikan untuk wilayah daerah pemilihan Buliyohuto CS, khususnya Kecamatan Buliyohuto dan Mootilango.
Menurutnya, alokasi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, termasuk bagi petani yang belum memperoleh layanan jaringan irigasi tersier dari jaringan irigasi yang telah tersedia.
Syarifudin juga menyampaikan bahwa pekerjaan awal untuk 12 titik program JIAT dijadwalkan mulai dilaksanakan pada minggu pertama November 2026. Ia berharap tahapan pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaat program segera dirasakan oleh masyarakat.
Untuk itu, ia meminta pemerintah desa, kelompok tani, serta para pemilik tanah yang lahannya berkaitan dengan pembangunan fasilitas tersebut agar bersama-sama mengawal pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan mengawal program ini dengan baik, mulai dari proses pengerjaan hingga selesai. Tujuannya agar pembangunan JIAT benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi petani dan sesuai dengan harapan DPRD serta Pemerintah Provinsi Gorontalo,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pihak pelaksana, baik pihak ketiga maupun BUMN yang dipercaya mengerjakan proyek tersebut, agar melaksanakan pekerjaan secara profesional, menjaga kualitas pembangunan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat apabila menghadapi kendala di lapangan.
Lebih lanjut, Syarifudin menekankan pentingnya pengelolaan fasilitas JIAT setelah pembangunan selesai. Ia berharap BWS Sulawesi II Gorontalo dapat segera melakukan serah terima hasil pekerjaan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dikelola secara optimal.
Menurutnya, keterlibatan kelompok tani dalam pengelolaan jaringan irigasi sangat penting agar pemanfaatan air dapat berlangsung secara adil, tertib, dan berkelanjutan.
“Setelah pekerjaan selesai, kami berharap fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan dan pengelolaannya melibatkan kelompok tani. Sistem pergiliran air harus diatur dengan baik agar seluruh petani yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat secara adil,” tambahnya.
Syarifudin berharap program JIAT tidak hanya menjadi solusi atas persoalan kekurangan air pada musim kemarau, tetapi juga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian, menjaga keberlangsungan musim tanam, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.
Ia menegaskan, DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendorong program-program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.









