Humas Deprov – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan terhadap dampak penyaluran bantuan pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada para pelaku usaha.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan bahwa bantuan peralatan yang disalurkan pemerintah daerah telah memberikan dampak positif secara langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat penerima manfaat.
Menurut Ridwan, keberadaan peralatan tersebut membuat pelaku usaha mampu meningkatkan volume pekerjaan sekaligus memperluas jenis pekerjaan yang dapat ditangani. Proses produksi yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Ia mencontohkan penggunaan peralatan untuk pekerjaan pemotongan dan penyambungan besi yang sangat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas kerja serta memenuhi permintaan masyarakat.
“Bantuan peralatan ini memberikan dampak yang sangat nyata. Produktivitas meningkat, pekerjaan yang bisa ditangani semakin beragam, dan tentu berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan para pelaku usaha,” ungkap Ridwan Monoarfa.
Ia juga mengungkapkan salah satu contoh penerima bantuan, yakni Nirwan Mahmud. Sebelum mendapatkan bantuan peralatan, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu dalam sepekan. Namun, setelah memperoleh dukungan peralatan, pendapatannya dapat meningkat hingga sekitar Rp500 ribu.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa bantuan pemerintah tidak sekadar memberikan fasilitas usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Ridwan menilai, apabila program pemberdayaan ini dipotret dan didata secara menyeluruh, akan terlihat kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya dalam mendorong pelaku UKM naik kelas menjadi kelompok ekonomi menengah yang lebih kuat dan mandiri.
Karena itu, ia mendorong Dinas Perindustrian untuk melakukan pendataan dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh penerima bantuan. Evaluasi tersebut penting untuk mengukur efektivitas program, perkembangan usaha, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan manfaat bantuan yang telah diberikan.
“Program seperti ini perlu dipetakan secara komprehensif. Kita ingin mengetahui sejauh mana bantuan pemerintah benar-benar mampu memperkuat usaha masyarakat dan mendorong mereka menjadi kelompok ekonomi menengah yang semakin kuat,” tegasnya.
Ia berharap program bantuan pemberdayaan UKM dapat terus ditingkatkan dengan memperhatikan kebutuhan riil pelaku usaha, sehingga intervensi pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Gorontalo.









