Syarifuddin Bano Tinjau Pembangunan Rabat Beton di Desa Puncak, Warga Nikmati Akses Jalan yang Lebih Baik

Berita, Reses39 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, , meninjau pembangunan jalan rabat beton di Desa Puncak, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu (1/7/2026) pukul 13.00 WITA.
Pembangunan rabat beton tersebut bertujuan memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya rusak, becek saat musim hujan, dan berdebu ketika musim kemarau. Kehadiran infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta memudahkan akses menuju berbagai fasilitas umum.
Syarifuddin Bano mengatakan pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang berasal dari hasil reses tahun sebelumnya.
“Kami berharap dengan dibangunnya rabat beton ini, warga dapat merasakan peningkatan kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas. Akses jalan yang baik adalah bagian penting dari pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujar Syarifuddin Bano.
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan saat kegiatan reses. Menurutnya, perbaikan jalan telah dimulai menggunakan konstruksi rabat beton, meski pengerjaannya belum mencakup seluruh ruas yang dibutuhkan.
“Ruas jalan ini masuk dalam pokok pikiran hasil reses tahun sebelumnya. Masyarakat meminta agar dilakukan perbaikan jalan, dan alhamdulillah saat ini sudah terealisasi dengan pembangunan rabat beton. Memang belum seluruhnya selesai, namun Insya Allah akan terus kami perjuangkan hingga sisa ruas jalan yang masih beberapa ratus meter dapat dituntaskan,” katanya.
Ia menambahkan, usulan lanjutan pembangunan jalan tersebut telah diajukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum lewat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Bahkan, pada pekan ini dijadwalkan dilakukan proses verifikasi terhadap usulan tersebut.
“Kami tetap menunggu keputusan dari kementerian, apakah usulan ini dapat masuk sebagai program penunjang kawasan pangan atau tidak. Untuk tahap yang sudah selesai saat ini, panjang jalan yang dibangun sekitar 300 meter dengan anggaran kurang lebih Rp190 juta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *