Ridwan Monoarfa : Anjungan Rumah Adat Gorontalo Harus Jadi Etalase Budaya dan UMKM Berbasis Digital

Profil18 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja ke Anjungan Rumah Adat Gorontalo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta potensi pengembangan Anjungan Rumah Adat Gorontalo agar memiliki fungsi yang lebih optimal sebagai pusat promosi budaya, edukasi, dan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa keberadaan Anjungan Rumah Adat Gorontalo di TMII tidak boleh hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gorontalo.

“Anjungan Rumah Adat Gorontalo harus dikembangkan menjadi Museum Edukasi Gorontalo yang menyajikan sejarah, budaya, tokoh-tokoh daerah, kekayaan alam, serta perjalanan pembangunan Provinsi Gorontalo. Dengan begitu, setiap pengunjung tidak hanya melihat bangunan adat, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang identitas dan potensi Gorontalo,” ujar Ridwan.

Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara sekaligus pusat kunjungan masyarakat dari berbagai daerah bahkan mancanegara merupakan lokasi yang sangat strategis untuk memperkenalkan Gorontalo kepada publik.

Selain sebagai museum edukasi, Ridwan juga mendorong agar anjungan difungsikan sebagai pusat promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Gorontalo. Berbagai produk unggulan seperti kopi, olahan pangan, kain karawo, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya perlu ditampilkan melalui konsep showcase yang modern, menarik, dan representatif.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi menjadi langkah yang tidak dapat dihindari dalam memperluas pemasaran produk daerah.

“Memasuki era ekonomi digital, promosi produk UMKM harus berbasis teknologi. Setiap produk yang dipamerkan perlu dilengkapi dengan katalog digital, QR Code, hingga akses pembelian secara daring sehingga pengunjung dapat langsung mengenal dan membeli produk UMKM Gorontalo dari mana pun,” jelasnya.

Ridwan berharap konsep tersebut mampu menghadirkan wajah baru Anjungan Rumah Adat Gorontalo sehingga menjadi lebih hidup, lebih berwarna, dan mampu menjalankan berbagai fungsi sekaligus sebagai pusat promosi budaya, edukasi, pariwisata, investasi, dan perdagangan.

Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, pelaku UMKM, perguruan tinggi, komunitas kreatif, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan transformasi Anjungan Rumah Adat Gorontalo di TMII.

“Anjungan Rumah Adat Gorontalo harus menjadi jendela Gorontalo bagi Indonesia dan dunia. Di sinilah budaya kita dilestarikan, produk UMKM dipromosikan, dan potensi daerah diperkenalkan kepada setiap pengunjung yang datang,” tutup Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *