Tim Reses DPRD Provinsi Gorontalo Dapil III Serap Aspirasi, Pemkab Gorontalo Paparkan Prioritas Pembangunan 2027

Berita38 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Tim Reses DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo A melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Bupati Gorontalo, Senin (29/6/2026). Tim yang dipimpin Ketua Tim Reses Hais Ayuwa diterima langsung oleh Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi didampingi Kepala Bappeda/Litbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi antara DPRD Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyelaraskan program pembangunan, mengevaluasi pelaksanaan pembangunan daerah, serta menyerap berbagai aspirasi yang akan diperjuangkan melalui APBD Provinsi maupun pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Bupati H. Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Reses dan menegaskan pentingnya komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Gorontalo.

Bupati Gorontalo juga mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD Provinsi Gorontalo terhadap suksesnya penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII. Menurutnya, keberhasilan event nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD, TNI-Polri, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak lagi mengajukan usulan baru karena seluruh usulan prioritas telah disampaikan sebelumnya. Untuk kebutuhan pembangunan tahun 2027, khususnya sektor infrastruktur, seluruh usulan telah diinput melalui aplikasi SITIA sebagai dasar sinkronisasi program bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Selanjutnya, Kepala Bappeda/Litbang Kabupaten Gorontalo memaparkan perkembangan indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif. Target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditingkatkan menjadi 5,5 persen, sedangkan tahun 2027 diproyeksikan mencapai 5,73 persen guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gorontalo kini mencapai 72,01 dengan kategori tinggi. Namun demikian, pemerintah daerah masih memberi perhatian serius pada peningkatan rata-rata lama sekolah yang saat ini berada di kisaran 7,9 tahun.

Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 14,89 persen dengan target turun menjadi 14,21 persen pada 2026 dan 14,08 persen pada 2027. Tingkat Pengangguran Terbuka tetap berada di bawah tiga persen, inflasi terkendali, dan gini ratio di bawah 0,4 yang menunjukkan pemerataan pembangunan semakin baik.

Tema pembangunan Kabupaten Gorontalo Tahun 2027 adalah “Memacu Ekonomi Rakyat dan Meningkatkan Kualitas SDM Menuju Daya Saing Daerah” dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan daerah yang inovatif dan berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo memaparkan kondisi infrastruktur daerah. Dari total lebih dari 1.500 kilometer jalan kabupaten, sekitar 49 persen berada dalam kondisi rusak berat, sementara jalan yang berada dalam kondisi baik hanya sekitar sembilan persen.

Kabupaten Gorontalo juga memiliki sekitar 201 jembatan permanen, dengan sebagian di antaranya memerlukan rehabilitasi berat bahkan telah roboh. Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah Jembatan Polohugo yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar akibat kerusakan yang terus bertambah karena abrasi sungai.

Selain itu terdapat 11 jembatan gantung yang mengalami kerusakan, sebagian telah ditangani melalui kolaborasi bersama Brimob dan TNI, sedangkan sisanya telah diusulkan kepada Kementerian PUPR.

Dari 18 ruas jalan yang diajukan melalui sistem SETIA, hanya 10 ruas yang dinyatakan memenuhi syarat, sedangkan delapan ruas lainnya belum dapat diproses karena belum memiliki Detail Engineering Design (DED).

Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga mengusulkan sejumlah program strategis kepada Pemerintah Provinsi, di antaranya revitalisasi Situs Pendaratan Soekarno, pengembangan IPLT Khodapaniti, perluasan jaringan air bersih di wilayah Haya-Haya sebagai lokus penanganan stunting, serta optimalisasi pengelolaan Lapangan Golf Yosonegoro dan arena pacuan kuda.

Memasuki sesi diskusi, Ketua Tim Reses Hais Ayuwa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo atas sambutan yang hangat sekaligus keberhasilan menjadi tuan rumah PENAS XVII.

Ia menjelaskan bahwa berbagai aspirasi masyarakat hasil reses sebelumnya telah berhasil direalisasikan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Gorontalo, di antaranya bantuan sosial, bantuan UMKM, Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pembangunan infrastruktur pertanian, serta bantuan 30 ekor sapi kepada masyarakat Kecamatan Telaga Biru.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang diterima pada kegiatan reses kali ini akan dikawal melalui APBD Provinsi maupun kementerian sesuai kewenangan masing-masing komisi DPRD.

Sekretaris Tim Reses Dapil III l, Sitti Nurain Sompie mengusulkan agar kawasan Gelora yang menjadi ikon penyelenggaraan PENAS tetap dipertahankan sebagai kawasan percontohan melalui dukungan Pemerintah Provinsi dalam pembebasan lahan sekitar tujuh hektare. Ia juga berharap seluruh infrastruktur yang dibangun menjelang PENAS, termasuk kawasan Menara Limboto dan Pentadio Resort, terus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Anggota Tim Reses Paris Jusuf memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan PENAS sekaligus meminta evaluasi mengenai dampak fisik dan ekonomi pasca kegiatan tersebut. Ia berharap berbagai fasilitas yang telah dibangun mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, sehingga manfaat PENAS tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Paris juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan disinergikan bersama OPD Pemerintah Provinsi dan diperjuangkan melalui APBD maupun kementerian sesuai kewenangan masing-masing komisi.

Anggota Tim Reses Espin Tulie menjelaskan bahwa meskipun terjadi efisiensi anggaran, pembangunan tetap berjalan melalui dukungan APBN yang mencapai sekitar Rp4 triliun untuk Provinsi Gorontalo pada tahun 2026. Ia menyebut Kabupaten Gorontalo juga memperoleh berbagai program irigasi, pembangunan jembatan melalui kerja sama dengan TNI, serta dukungan pembangunan infrastruktur lainnya.

Sementara itu, Ghalieb Lahidjun menyampaikan bahwa seluruh Pokok Pikiran DPRD diarahkan untuk kepentingan masyarakat melalui bantuan UMKM, bantuan rumah ibadah, ketahanan pangan, pembangunan jalan tani, jaringan telekomunikasi, dan program listrik gratis. Ia juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kecamatan Limboto, khususnya operasional kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang masih terkendala regulasi serta kebutuhan armada truk sampah.

H. Suyuti mengangkat persoalan distribusi BBM yang dinilai menjadi salah satu hambatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, antrean panjang di SPBU yang berlangsung selama bertahun-tahun perlu segera mendapatkan solusi melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pihak terkait.

Sementara itu, Ramdan Liputo menyoroti pentingnya menjaga kualitas pengelolaan sampah seperti saat pelaksanaan PENAS. Ia juga mengusulkan agar pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dilibatkan dalam kegiatan reses sehingga aspirasi masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Gorontalo memaparkan sejumlah dampak nyata pelaksanaan PENAS XVII. Pemerintah pusat telah merealisasikan pembangunan tiga ruas jalan dengan nilai sekitar Rp13 miliar, renovasi total GOR David-Toni, pembangunan panggung utama, serta bantuan CSR Panasonic Group senilai Rp11 miliar untuk pengembangan Pentadio Resort, Menara Limboto, dan taman kawasan wisata.

Di sektor pertanian, seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dipamerkan selama PENAS dihibahkan kepada Kabupaten Gorontalo. Selain itu, bantuan benih pertanian meningkat hingga 150 persen.

Bupati juga menjelaskan bahwa Kabupaten Gorontalo menjadi daerah pertama yang berhasil mengintegrasikan program BSPS, sertifikat tanah gratis dari BPN, dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sehingga menjadi percontohan nasional.

Dari sisi ekonomi, pelaksanaan PENAS diperkirakan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp10 miliar. Pendapatan pelaku UMKM meningkat tajam, kawasan Coffee Street mencatat transaksi sekitar Rp350 juta per malam, sementara Pendapatan Pentadio Resort selama lima hari penyelenggaraan mencapai sekitar Rp200 juta, atau setara pendapatan enam bulan pada kondisi normal.

Mengakhiri pertemuan, Ketua Tim Reses Hais Ayuwa menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan menjadi bahan pembahasan DPRD Provinsi Gorontalo untuk diperjuangkan melalui APBD Provinsi maupun kementerian terkait. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara legislatif dan eksekutif dapat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *