Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Secara Zoom Meeting

Berita576 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Gorontalo – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Laode Haimudin, menghadiri peresmian Program Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui zoom meeting, Kamis (13/8/2026).

Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri dan diikuti jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Di wilayah Polda Gorontalo, kegiatan peresmian dipusatkan di Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Laode Haimudin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kesempatan tersebut, Laode Haimudin menyampaikan apresiasi terhadap Program Jembatan Merah Putih Presisi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, pembangunan dan perbaikan jembatan tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar serta mendukung aktivitas perekonomian.

“Jembatan bukan hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, perdagangan dan berbagai aktivitas ekonomi. Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti ini harus terus didukung dan dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Laode.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan infrastruktur dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi, Polri telah membangun dan memperbaiki sebanyak 895 jembatan di berbagai wilayah Indonesia.

Keberadaan infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, antara lain memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas, mempercepat waktu tempuh, membuka akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian.

Selain itu, pembangunan jembatan turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Akses yang sebelumnya sulit dijangkau kini diharapkan menjadi lebih mudah, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi berbagai kebutuhan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Peningkatan konektivitas tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, memperlancar aktivitas perdagangan dan pertanian, serta memperkuat hubungan sosial antarwilayah.

Laode Haimudin menilai Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, dengan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Peresmian yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan akses, aktivitas ekonomi dan peluang kesejahteraan yang lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *