Syarifudin Bano Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur Boliyohuto–Pulubala–Tibawa

Berita, Reses874 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di wilayah Boliyohuto, Pulubala, hingga Tibawa. Komitmen tersebut disampaikan saat pelaksanaan kegiatan reses tatap muka bersama sekitar 500 konstituen, yang berlangsung pada Senin malam, 9 Februari 2026, pukul 19.00 WITA hingga selesai, bertempat di Desa Puncak, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Dalam kegiatan reses tersebut, Syarifudin Bano menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung melalui sesi dialog terbuka. Sejumlah warga menyampaikan persoalan infrastruktur dasar yang dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh Hamsatomu yang meminta perhatian serius terhadap kondisi Jalan Mulyonegoro–Karya Mukti yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, Kadir juga mengeluhkan persoalan kepemilikan sertifikat rumah Mahayani yang hingga kini belum memperoleh Sertifikat Hak Milik (SHM). Aspirasi lainnya datang dari Ketua Kelompok P3A Desa Paris yang meminta perbaikan jaringan irigasi yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syarifudin Bano menjelaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah program pembangunan yang tengah diperjuangkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

Terkait kondisi Jalan Mulyonegoro–Karya Mukti, Syarifudin menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses cepat bagi masyarakat di empat kecamatan, yakni Asparaga, Tolangohula, Mootilango, dan Boliyohuto, dalam mengangkut hasil pertanian menuju pusat konsentrasi produksi maupun pabrik-pabrik yang berada di Kabupaten Gorontalo. Kondisi jalan yang rusak, menurutnya, berdampak langsung pada meningkatnya biaya transportasi hasil pangan masyarakat.

“Oleh karena itu, ke depan jalan ini harus mendapatkan penanganan yang serius,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keseriusan tersebut telah dibuktikan dengan selesainya sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan pada tahun sebelumnya, seperti peningkatan Jalan Sidodadi–Sidomukti serta Jalan Noni Hunggu atau yang lebih dikenal dengan Jalan Talomapatu–Parungi.

Sementara itu, menanggapi aspirasi kelompok P3A Desa Paris, Syarifudin Bano mencontohkan bahwa pada tahun lalu Balai Sungai Provinsi Gorontalo telah mengalokasikan anggaran perbaikan irigasi melalui P3A sebanyak 43 paket kegiatan. Untuk tahun 2026 ini, ia kembali berkomitmen mengawal permintaan perbaikan jaringan irigasi tersebut dengan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Balai Sungai, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Insya Allah, aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan,” ujar legislator dari Partai Demokrat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *