Ridwan Monoarfa Tinjau Program G2–10 Plus BUMDes Motabi, Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Muda di Gorontalo Utara

Berita, Reses965 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Dalam rangka Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025–2026, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, melakukan kunjungan dan peninjauan langsung program kegiatan G2–10 Plus (Gerakan 2 Ekor Kambing, 10 Ekor Ayam Plus Sapi) yang dikelola oleh BUMDes Motabi di Desa Tilango, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Ridwan Monoarfa didampingi langsung oleh Direktur BUMDes Motabi, serta diterima secara resmi oleh Direktur BUMDesma Motabi, Amir Ismail. Senin (9/2/2026)

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung progres dan efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bersumber dari dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Program G2–10 Plus merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan, yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan ternak kambing, ayam, serta sapi secara berkelanjutan.

Saat ini, tercatat sebanyak 23 ekor kambing yang sedang dipelihara di lokasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Ridwan Monoarfa juga menyampaikan komitmennya untuk menghibahkan 5 ekor kambing tambahan guna mendukung pengembangan program tersebut.
Ridwan Monoarfa menjelaskan bahwa program G2–10 Plus ini telah berjalan selama kurang lebih 4 bulan dan berlokasi di markas seluas sekitar 5 hektare, yang secara khusus disiapkan untuk pengembangan peternakan terpadu.

“Saya bersyukur dan mengapresiasi adanya program seperti ini. Ini sangat positif, karena membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreativitas, belajar berwirausaha, dan menjadi mandiri secara ekonomi,” ujar Ridwan Monoarfa saat melakukan peninjauan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya lokasi tersebut sempat digunakan untuk pemeliharaan sapi dengan sistem kelompok, namun dinilai tidak berjalan maksimal karena sistem pengelolaan yang belum tertata dengan baik.

Oleh karena itu, pengelolaan dialihkan ke peternakan kambing dan ayam, yang dinilai lebih mudah dikontrol serta lebih cepat memberikan hasil ekonomi bagi masyarakat.

Dalam pengelolaan ternak, BUMDes Motabi juga memberikan perhatian serius terhadap pengenalan dini penyakit ternak kambing serta penanganan pertolongan pertama. Beberapa penyakit yang menjadi perhatian utama antara lain diare, kembung, cacingan, hingga penyakit kulit seperti kudis pada kambing.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak tetap terjaga dan menghindari kerugian bagi pengelola.

Untuk kebutuhan pakan, kambing-kambing yang dipelihara menggunakan ampas tahu yang didatangkan dari wilayah Kwandang, sebagai pakan tambahan yang bernilai gizi dan ekonomis.

Adapun jenis kambing yang dilepas dan dipelihara merupakan kambing lokal, yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

Ridwan Monoarfa juga menegaskan bahwa program ini tidak berjalan sendiri, karena penanganan dan pengelolaan ternak dimonitor langsung oleh tim ahli dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelola serta menjamin keberlanjutan program.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pemeliharaan ternak ini juga melibatkan BUMDesma Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, sebagai pihak yang turut berperan dalam pengelolaan dan pengembangan usaha peternakan tersebut.

Melalui peninjauan ini, Ridwan Monoarfa berharap program G2–10 Plus dapat terus berkembang dan menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kegiatan seperti ini harus kita jaga dan kembangkan bersama. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *