Humas Deprov — Setelah melakukan kunjungan kerja ke Balai Latihan Kerja Komunitas Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (BLK-SPPG) di Cibubur, Jakarta Timur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, melanjutkan agenda kerja ke Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Ditjen Binalavotas merupakan unsur pelaksana di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan peningkatan kompetensi, daya saing tenaga kerja, serta produktivitas nasional.

Kunjungan kerja ini menjadi istimewa karena Ridwan Monoarfa bersama Jeri Kiswanto, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, mendampingi Rachmat Gobel, Anggota DPR RI Dapil Provinsi Gorontalo, dalam pertemuan bersama Dirjen Binalavotas, Darmawansyah, S.T., M.Si., serta Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi, Andri Susila, S.T., M.Si.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan dan mengfungsikan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Gorontalo agar segera mampu melatih generasi muda Gorontalo sesuai kebutuhan pasar kerja, baik di daerah maupun di luar negeri.
Dalam diskusi berlangsung penuh antusiasme, para pihak menekankan pentingnya percepatan penguatan kelembagaan BLK sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan keterampilan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ridwan Monoarfa menyampaikan bahwa terdapat beberapa persoalan krusial yang perlu segera dikonkretkan agar pengembangan BLK Provinsi Gorontalo dapat berjalan optimal. Salah satu persoalan utama adalah penyelesaian administrasi lahan sekitar 21 hektare agar dapat segera dialihkan ke Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, dibahas pula pentingnya mendorong struktur pengelolaan BLK Gorontalo agar berstatus lebih otonom dan tidak lagi berinduk pada BLK di Ternate, sehingga pengelolaan program pelatihan dapat lebih efektif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Poin strategis lainnya yang menjadi perhatian dalam pertemuan ini adalah memastikan keberadaan BLK di Gorontalo benar-benar mampu melatih para pencari kerja berdasarkan potensi unggulan daerah, kebutuhan industri, serta peluang lapangan usaha yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan penguatan pelatihan vokasi di Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya manusia yang kompeten dan produktif.












