Reses di Desa Poowo, Syamsir Djafar Kiayi Serap Aspirasi Warga Terkait Infrastruktur, BBM, dan Penanganan Banjir

Berita, Reses51 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, ST., M.Si., melaksanakan kegiatan tatap muka dalam rangka reses masa persidangan di Desa Poowo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Gorontalo.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan menjadi perhatian utama. Masyarakat mengusulkan peningkatan jalan akses pertanian guna memperlancar mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Selain itu, warga juga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM jenis solar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan traktor pembajak sawah. Kelangkaan solar dinilai berdampak pada aktivitas pengolahan lahan sehingga berpotensi menghambat musim tanam.

Aspirasi lainnya yang disampaikan adalah permintaan normalisasi sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir ketika curah hujan tinggi. Warga berharap adanya penanganan serius agar risiko banjir dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syamsir Djafar Kiayi menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo. Ia menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan akan kami perjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah maupun instansi terkait, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syamsir.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga berbagai kebutuhan pembangunan di Desa Poowo dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *