Manaf Hamzah Soroti BPJS Ketenagakerjaan dan Kerusakan Jalan Desa

Berita15 Dilihat
banner 468x60

HumasDeprov – Akses jaminan sosial bagi pengemudi bentor hingga kondisi jalan desa menjadi persoalan yang mengemuka dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Manaf Hamzah, di Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Al-Muhajirin itu mempertemukan Manaf dengan pemerintah setempat dan sejumlah pekerja informal. Dalam dialog tersebut, para pengemudi bentor menyampaikan kebutuhan perlindungan kerja serta persoalan infrastruktur yang berdampak pada aktivitas sehari-hari mereka.

Manaf menilai, pekerja informal seperti pengemudi bentor membutuhkan perhatian serius, terutama terkait jaminan kecelakaan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyatakan akan mengawal aspirasi tersebut kepada pemerintah provinsi. Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kerusakan peralatan kerja.

Persoalan lain yang turut mencuat yakni kerusakan jalan menuju kawasan Brimob. Mengingat ruas tersebut menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, Manaf mengaku telah menyampaikan kebutuhan perbaikannya kepada pemerintah setempat. Sambil menunggu penanganan, ia mendorong pengemudi bentor dan pihak Brimob bergotong royong memperbaiki kondisi jalan secara swadaya.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan masyarakat tidak harus selalu menunggu ketersediaan anggaran. Manaf mencontohkan jalan di Desa Molalah, Kecamatan Pulubala, yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan hingga masyarakat harus melakukan perbaikan secara mandiri. Menurutnya, pemerintah perlu memfasilitasi kembali semangat gotong royong agar masyarakat dapat terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Manaf menjelaskan, pemilihan lokasi reses juga mempertimbangkan keberadaan pangkalan bentor dan sejumlah sekolah di sekitar Yayasan Al-Muhajirin yang mendukung aktivitas ekonomi para pengemudi. Ia berharap aspirasi yang muncul tidak hanya mendapat perhatian dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga mendorong hadirnya perlindungan sosial bagi pekerja kecil agar mereka dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *