Humas Deprov — Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Rumah Qur’an Al Ikhsan Madani, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi serta kebutuhan yayasan yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Gorontalo.

Dalam kunjungan tersebut, Yayasan Rumah Qur’an Al Ikhsan Madani tercatat sebagai calon penerima bantuan sebesar Rp5.000.000 melalui Pokir anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Muhamad Zikyan, untuk Tahun Anggaran 2027.
Rombongan Komisi IV dipimpin langsung oleh Moh. Ghalib Lahidjun, selaku Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Ia didampingi sejumlah anggota Komisi IV, yakni Nani Mbuinga, Gustam Ismail, Manaf A. Hamzah, Joni Dalanggo, Hamzah Muslimin, dan Saphia Tuna.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh pengurus Yayasan Rumah Qur’an Al Ikhsan Madani, Ibu Kartini.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses memastikan bahwa usulan bantuan yang bersumber dari Pokir benar-benar memiliki sasaran dan manfaat yang jelas. Komisi IV tidak hanya melihat aspek administrasi, tetapi juga kondisi dan kebutuhan lembaga yang menjadi calon penerima bantuan.
Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo ingin memastikan dukungan anggaran yang nantinya diberikan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di lingkungan Yayasan Rumah Qur’an Al Ikhsan Madani.
Bantuan sebesar Rp5 juta tersebut masih berstatus calon penerima dan direncanakan dalam Tahun Anggaran 2027. Karena itu, proses pembahasan serta mekanisme penganggaran tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Komisi IV menegaskan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran dalam setiap program bantuan pemerintah, sehingga anggaran daerah yang dialokasikan melalui Pokir dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembahasan program dan anggaran tidak berhenti di meja rapat, tetapi perlu dilanjutkan dengan melihat kondisi penerima secara langsung di lapangan.















