Komisi III DPRD Gorontalo Kawal Proyek Irigasi Rp9,7 Miliar, Tekankan Kualitas Pekerjaan dan Ketepatan Waktu

banner 468x60

Humas Deprov – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring terhadap pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi Lomaya–Alale di Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (23/05/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai perencanaan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan serta penyelesaian tepat waktu.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program infrastruktur yang bersumber dari anggaran negara agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Lomaya–Alale merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan satuan kerja SNVT PJPA Sulawesi II Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini masuk dalam Program Irigasi dan Rawa II yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pekerjaan rehabilitasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp9,7 miliar dan saat ini dikerjakan oleh PT Karya Prasya Pratama.

Dalam monitoring yang dilakukan di lokasi pembangunan saluran irigasi pada area persawahan di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti pentingnya menjaga mutu pekerjaan di lapangan. Selain itu, pihaknya juga meminta pelaksana proyek memperhatikan progres pekerjaan agar penyelesaian dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan pekerjaan saat ini masih berjalan sesuai tahapan dan progres yang direncanakan. Komisi III juga menekankan agar pembangunan saluran irigasi benar-benar memperhatikan aspek teknis sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh petani, terutama dalam mendukung ketersediaan pasokan air untuk lahan pertanian.

Komisi III DPRD berharap proyek rehabilitasi jaringan irigasi Lomaya–Alale dapat selesai tepat waktu dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *