Humas Deprov – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan ke Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (22/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak musim kemarau ekstrem terhadap masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Sitti Nurayin Sompie. Dalam kunjungan tersebut, Komisi I menerima aspirasi Pemerintah Desa Haya-Haya terkait kondisi sumber air di Dusun Polodanga yang mengalami kerusakan dan selama ini dimanfaatkan sekitar 240 kepala keluarga (KK).
Kepala Desa Haya-Haya, Husain Abdullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi I terhadap kondisi masyarakat. Ia berharap persoalan sumber air di Dusun Polodanga dapat segera mendapat penanganan dari pemerintah daerah.
“Satu hal yang ingin kami harapkan dari kunjungan ini adalah bagaimana mengatasi sumber air yang ada di Dusun Polodanga karena itu dimanfaatkan oleh 240 KK,” ujar Husain.
Menurutnya, perbaikan sumber air beserta penampungannya menjadi kebutuhan mendesak. Selain untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, ketersediaan air bersih juga berkaitan erat dengan kesehatan warga. Husain menyebut Dusun Polodanga merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka stunting cukup tinggi, sehingga pemenuhan akses air bersih diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan risiko stunting.
Ia berharap aspirasi tersebut dapat dibawa Komisi I untuk selanjutnya mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah melalui stakeholder terkait.
Sementara itu, Sitti Nurayin Sompie mengatakan, kunjungan Komisi I merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Secara umum kebutuhan air bersih di Desa Haya-Haya masih mencukupi, tetapi yang menjadi perhatian kami adalah kondisi sumber air di Dusun Polodanga, terutama penampungan dan jaringan pipanya yang mengalami kerusakan,” jelas Sitti.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan stakeholder yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan.
“Kami mengharapkan Komisi I bisa membantu lewat stakeholder yang memang benar-benar bisa melakukan perbaikan penampungan air,” kata Sitti.
Selain kondisi fisik sumber dan penampungan air, Sitti juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dan keamanan air sebelum dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, air yang berasal dari mata air dialirkan langsung ke penampungan sebelum dimanfaatkan warga.
Pemerintah desa pun telah mengimbau sekitar 240 KK yang selama ini menggunakan sumber air tersebut untuk sementara tidak mengonsumsi air hingga kondisi penampungan dipastikan aman dan bersih.
Di tengah kebutuhan air yang terus meningkat akibat kemarau, sebagian masyarakat juga memilih membuat sumur suntik secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Komisi I menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar persoalan air bersih di Dusun Polodanga tidak hanya ditangani secara sementara saat musim kemarau, tetapi dapat dicarikan solusi yang lebih permanen melalui perbaikan sarana penampungan dan jaringan distribusi air.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan warga Desa Haya-Haya.















