Humas Deprov – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan III (Gorontalo A), H. Suyuti, kembali turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Kali ini, kegiatan reses dilaksanakan di Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/11/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), bantuan sarana penangkapan ikan bagi nelayan, kebutuhan benih pertanian, hingga persoalan ketersediaan air bersih akibat musim kemarau.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat menggambarkan kondisi kehidupan warga yang sangat bergantung pada ketersediaan kebutuhan dasar dan dukungan sarana produksi untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kelangkaan BBM Membebani Masyarakat, Nelayan hingga Pelaku Usaha
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Warga menyampaikan bahwa kelangkaan BBM tidak hanya menghambat aktivitas nelayan, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha dan kebutuhan rumah tangga.
Kalaupun BBM tersedia melalui penjualan eceran, harganya dinilai sangat tinggi, bahkan disebut mencapai sekitar Rp20.000. Kondisi tersebut tentu menambah beban pengeluaran masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perikanan dan usaha kecil.
Persoalan ini menjadi perhatian dalam pertemuan reses karena ketersediaan BBM merupakan salah satu kebutuhan penting untuk mendukung roda perekonomian masyarakat pesisir.
Masyarakat berharap adanya perhatian dan koordinasi dengan pihak terkait agar distribusi BBM dapat berjalan lebih baik, sehingga kebutuhan masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha, dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
Nelayan Harapkan Bantuan Mesin Tempel atau Katinting
Selain persoalan BBM, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bantuan mesin tempel atau katinting bagi kelompok nelayan.
Bagi masyarakat pesisir Desa Biluhu Tengah, sektor perikanan merupakan salah satu sumber mata pencaharian yang penting. Ketersediaan sarana penangkapan ikan yang memadai akan sangat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut dan meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.
- Suyuti memberikan perhatian terhadap usulan tersebut dan mendorong agar kebutuhan bantuan disampaikan melalui kelompok-kelompok nelayan dengan melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan, sehingga dapat diusulkan melalui program bantuan pemerintah sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Petani Harapkan Bantuan Benih dengan Kualitas Baik
Aspirasi berikutnya datang dari sektor pertanian. Masyarakat berharap adanya bantuan benih pertanian dengan kualitas yang baik agar hasil produksi dapat lebih optimal.
Kualitas benih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha tani. Oleh karena itu, masyarakat berharap bantuan yang nantinya diberikan tidak hanya memperhatikan jumlah, tetapi juga kualitas benih yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian setempat.
Menanggapi hal tersebut, H. Suyuti memberikan perhatian terhadap usulan para petani agar kebutuhan tersebut dapat menjadi bahan perjuangan dan ditindaklanjuti melalui program pertanian yang tersedia.
Persoalan Air Bersih Menjadi Perhatian, H. Suyuti Siap Bantu Tandon dari Dana Pribadi
Di antara berbagai aspirasi yang disampaikan, persoalan kekurangan air bersih akibat musim kemarau menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan reses kali ini.
Masyarakat Desa Biluhu Tengah mengungkapkan bahwa kondisi kemarau telah menyebabkan kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut mendorong warga mengusulkan adanya bantuan tandon atau tempat penampungan air bersih agar ketersediaan air dapat disimpan dan dimanfaatkan ketika pasokan air terbatas.
Mendengar keluhan tersebut, H. Suyuti menyampaikan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, apabila harus menunggu proses pengusulan dan mekanisme bantuan melalui pemerintah, dikhawatirkan penanganannya membutuhkan waktu, sementara masyarakat membutuhkan solusi secepatnya. Bahkan, jika terlalu lama menunggu, musim hujan bisa saja sudah tiba sebelum bantuan tersebut terealisasi.
Atas dasar pertimbangan tersebut, H. Suyuti secara langsung menyatakan kesediaannya untuk membantu pengadaan tandon air bersih menggunakan dana pribadinya, sehingga upaya penanganan kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu proses panjang melalui mekanisme bantuan pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau, sekaligus menjadi solusi awal untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Desa Biluhu Tengah.
Mendengarkan Langsung, Mengupayakan Solusi bagi Masyarakat
Pelaksanaan reses di Desa Biluhu Tengah kembali memperlihatkan beragam persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, terutama terkait kebutuhan dasar masyarakat pesisir dan sektor-sektor ekonomi yang menjadi tumpuan kehidupan warga.
Mulai dari kelangkaan BBM, kebutuhan mesin tempel bagi nelayan, bantuan benih berkualitas bagi petani, hingga ketersediaan air bersih, seluruh aspirasi tersebut menjadi catatan penting untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Bagi H. Suyuti, kegiatan reses merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta memahami kebutuhan yang benar-benar mendesak di lapangan.
Komitmen membantu pengadaan tandon air bersih melalui dana pribadi menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak dapat menunggu terlalu lama.
Diharapkan, aspirasi yang telah disampaikan dalam pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga berbagai persoalan masyarakat Desa Biluhu Tengah memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat.
Reses bukan hanya tentang mendengarkan aspirasi, tetapi juga memahami persoalan masyarakat dan mengupayakan solusi nyata sesuai kemampuan, kewenangan, serta tanggung jawab yang dimiliki.









