Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Pelajari Strategi Penyediaan Cadangan Jagung dan Hilirisasi Pakan Ternak di Jawa Timur

banner 468x60

Humas Deprov – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/10/2026), dalam rangka koordinasi dan studi pembelajaran terkait penyediaan cadangan jagung untuk pakan ternak bagi peternak mandiri guna mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

Kunjungan yang berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Provinsi Gorontalo untuk mencari referensi kebijakan dan strategi pengembangan sektor peternakan, khususnya dalam menghadapi persoalan ketersediaan bahan baku pakan serta mendorong hilirisasi komoditas jagung di daerah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, menyampaikan bahwa sektor pangan akan semakin strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk dalam menjamin ketersediaan bahan baku untuk mendukung keberlangsungan usaha peternakan.

Ia menilai, Gorontalo memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama komoditas jagung. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara lebih optimal agar tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan dan pakan ternak.

Menurutnya, penguatan sektor pangan dan pertanian merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi Gorontalo terhadap ketahanan pangan nasional.

“Gorontalo memiliki potensi besar di sektor pangan, khususnya jagung. Potensi ini harus kita dorong agar tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan melalui hilirisasi sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” demikian pokok pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, H. Suyuti turut mengikuti pembahasan mengenai upaya memperkuat ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak serta pentingnya dukungan kebijakan bagi peternak mandiri.

Dalam diskusi tersebut, persoalan ketersediaan dan stabilitas harga pakan menjadi salah satu perhatian utama. Kondisi musim kemarau yang berdampak pada penurunan hasil panen jagung di Gorontalo turut memengaruhi pasokan bahan baku, sehingga berpotensi meningkatkan biaya produksi dan mengganggu keberlanjutan usaha peternakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam pembahasan, penurunan hasil panen jagung diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah antisipatif melalui penguatan cadangan jagung, koordinasi dengan Perum Bulog, serta kebijakan yang dapat membantu peternak mandiri memperoleh pasokan pakan secara berkelanjutan.

Komisi II juga menyoroti pentingnya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebagai salah satu instrumen untuk membantu menjaga ketersediaan bahan baku pakan. DPRD Provinsi Gorontalo berkomitmen mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk pihak terkait di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Selain persoalan pasokan, kunjungan kerja ini turut membahas peluang pengembangan hilirisasi jagung di Gorontalo. Selama ini, jagung dari daerah tersebut sebagian besar dipasarkan dalam bentuk pipilan untuk selanjutnya diolah di daerah lain.

Melalui hilirisasi, Gorontalo diharapkan dapat mengembangkan industri pengolahan jagung dan pabrik pakan ternak sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas gambaran perkembangan industri pakan ternak di Jawa Timur, termasuk skala usaha, kapasitas produksi, sertifikasi produk, serta jangkauan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Informasi tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Komisi II untuk memahami ekosistem industri pakan ternak dan peluang pengembangannya di Gorontalo.

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi referensi dalam merumuskan langkah strategis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, khususnya untuk memperkuat cadangan jagung, menjaga stabilitas pasokan pakan, serta mendorong terwujudnya hilirisasi jagung yang berkelanjutan.

Dengan demikian, potensi jagung Gorontalo diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap sektor pertanian, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan industri peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *