Ghalieb Lahidjun : Universitas Gorontalo Miliki Rekam Jejak Perjuangan yang Teruji

Berita437 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, diwakili Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-28 Program Magister dan Sarjana Universitas Gorontalo (UNIGO) Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rustam Akili Convention Center (RACC) tersebut menjadi momentum penting bagi 661 wisudawan dan wisudawati UNIGO yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang magister dan sarjana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pengurus YP-DLP Gorontalo, Rolli Paramata, Rektor Universitas Gorontalo Robby Hunawa, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI GoSulutTeng atau yang mewakili, Gubernur Gorontalo yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, unsur Forkopimda, Pimpinan dan anggota Senat UNIGO, pimpinan perguruan tinggi, para alumni, orang tua serta keluarga wisudawan.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus YP-DLP Gorontalo, Rolli Paramata, memberikan apresiasi kepada para wisudawan sekaligus menekankan pentingnya mengembalikan nilai-nilai luhur budaya Gorontalo sebagai bagian dari pembentukan karakter lulusan Universitas Gorontalo.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah alumni UNIGO yang telah berkiprah dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo H. Zulfikar Usira, Ghalieb Lahidjun yang mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, serta Susanto Liputo yang mewakili DPRD Kota Gorontalo.

Menurutnya, keberadaan para alumni yang telah dipercaya masyarakat menjadi salah satu bukti bahwa Universitas Gorontalo mampu mendidik dan mengembalikan lulusannya untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Universitas Gorontalo memang hanyalah merupakan universitas kecil, tapi bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, khususnya masyarakat Gorontalo,” ujarnya.

Ia menegaskan rencana pembentukan Lembaga Pelestarian Budaya Gorontalo di bawah naungan YP-DLP Gorontalo. Lembaga tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemangku adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali serta mengawal kelestarian budaya Gorontalo.

“Kita akan mendorong Universitas Gorontalo bisa melahirkan orang-orang yang berkarakter Mo’odelo dan dididik oleh para mentor yang merupakan pakar-pakar di bidang budaya,” kata Rolli.

Menurutnya, pembentukan lembaga tersebut bukan untuk menyaingi organisasi atau lembaga budaya yang sudah ada, melainkan menjadi wadah independen yang berhubungan langsung dengan lingkungan Universitas Gorontalo.

Selain penguatan budaya, ia mengungkapkan bahwa Universitas Gorontalo dalam waktu dekat akan membuka Program Strata-3 (S3) Doktor Ilmu Manajemen. Ia menyebut H. Syarif Mbuinga sebagai pendaftar pertama dengan stambuk 001 untuk program tersebut.

Dalam momen yang sama, YP-DLP Gorontalo memberikan apresiasi khusus kepada Yesi Lamami, S.KM., salah seorang wisudawan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berhasil menyelesaikan studinya meskipun dalam kondisi yatim piatu.

Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas perjuangannya, yayasan memberikan beasiswa 100 persen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Gorontalo.

Rolli menegaskan bahwa pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata yayasan terhadap mahasiswa yang memiliki perjuangan berat namun mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Ini bentuk apresiasi kami dari yayasan atas perjuangan dan pengorbanan dari orang yang tidak mampu, tapi mampu meraih gelar kesarjanaannya hari ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Gorontalo Dr. Robby Hunawa, dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa sebanyak 661 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda ke-28 UNIGO.

Mereka terdiri dari 133 lulusan Program Magister Pascasarjana, 157 lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat, 132 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 108 lulusan Fakultas Hukum, 51 lulusan Fakultas Teknik, 46 lulusan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, serta 34 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.

Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Para lulusan juga diharapkan tidak hanya menjadi job seeker, tetapi mampu menjadi job creator yang mandiri, inovatif, berintegritas dan memiliki daya saing.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata Risjon, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, pertanian, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, yang hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan Universitas Gorontalo yang dinilainya konsisten menjalankan peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ghalieb, sejak berdiri hingga saat ini Universitas Gorontalo telah memiliki rekam jejak perjuangan yang teruji dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kampus Universitas Gorontalo ini sejak berdirinya sampai saat ini memang sudah memiliki rekam jejak perjuangan yang teruji. Perjuangan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni belajar dan mengajar, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.”

Ia menegaskan bahwa Universitas Gorontalo tidak memandang Tri Dharma Perguruan Tinggi hanya sebagai jargon akademik, tetapi menjadikannya sebagai kompas perjuangan dalam membangun kampus.

“UG tidak melihat Tri Dharma Perguruan Tinggi ini hanya sekadar jargon akademik semata. Lebih daripada itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kompas perjuangan kampus. Karakter kejuangan inilah yang telah menjadi modal kuat bagi seluruh civitas akademika maupun alumni untuk terus memajukan dan mengembangkan kampus ini. Tentu, secara otomatis kemajuan kampus akan menjadi salah satu pilar bagi kemajuan bangsa. Terima kasih Universitas Gorontalo atas pengabdiannya kepada Gorontalo selama ini,” ujar Ghalieb.

Rangkaian Rapat Senat Terbuka tersebut diawali dengan pembukaan, tarian selamat datang, Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan Mars Universitas Gorontalo.

Kehadiran Ghalieb Lahidjun mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dalam momentum tersebut menjadi bentuk dukungan DPRD terhadap penguatan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan budaya dan karakter generasi muda Gorontalo.

Wisuda ke-28 UNIGO diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *