Tim Reses Dapil III Gorontalo A Kunjungi RS Ainun Habibie

Berita, Reses786 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Tim reses DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Gorontalo A melaksanakan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Ainun Habibie, Selasa (3/2/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur RS Ainun Habibie bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung Ketua Tim Reses, Paris Jusuf, dan diikuti sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam pertemuan tersebut, pihak rumah sakit memaparkan kondisi serta perkembangan RS Ainun Habibie dari tahun ke tahun, termasuk dukungan anggaran yang terus diberikan oleh pemerintah daerah.

Direktur RS Ainun Habibie menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit mendapat dukungan lanjutan pembangunan melalui APBD, dengan total anggaran sebesar Rp15 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp5 miliar telah digunakan untuk pembangunan lantai 1 yang kini telah difungsikan, serta sebagian lantai 2. Sisa anggaran sebesar Rp10 miliar direncanakan kembali dianggarkan pada tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan lantai fungsional.

“Alhamdulillah, lantai 1 sudah fungsional dan ini merupakan komitmen bersama yang didukung oleh Gubernur, DPRD Provinsi Gorontalo, serta Kementerian Kesehatan. RS Ainun juga memiliki layanan unggulan kanker, termasuk layanan radioterapi yang sudah dapat melayani masyarakat,” ujar Direktur RS Ainun.

Ketua Tim Reses Paris Jusuf dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa reses merupakan agenda konstitusional DPRD untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung kondisi dan pelayanan publik di daerah, termasuk sektor kesehatan.

Sementara itu, anggota tim reses menyoroti persoalan kepegawaian, khususnya terkait PPPK di RS Ainun Habibie. Juga mempertanyakan keberadaan dokter, dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta tenaga administrasi outsourcing, termasuk kesetaraan pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) PPPK dengan pegawai di OPD lainnya. Ia juga mendorong agar tenaga yang ada dapat ditempatkan di RS Ainun sehingga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Juga perhatian pada persoalan pelayanan pendukung rumah sakit, khususnya masalah transportasi bentor di depan rumah sakit, baik online maupun offline, yang dinilai masih menimbulkan keluhan dalam penjemputan pasien. Selain itu, juga menyoroti persoalan parkir, terutama terkait pemungutan parkir tanpa pemberian struk resmi.

Tim reses berharap RS Ainun Habibie dapat menjadi ikon dan percontohan rumah sakit provinsi. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi prioritas agar rumah sakit ini mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. juga mendorong adanya penguatan dukungan anggaran mengingat lokasi RS Ainun yang sangat strategis.

Juga menyoroti aspek pelayanan, khususnya pelayanan apotek yang dinilai masih memerlukan evaluasi. lamanya waktu tunggu pengambilan obat, dari pagi hingga sore hari, perlu dibenahi melalui evaluasi SOP. Ia juga menegaskan komitmen Komisi III DPRD untuk terus mengawal progres pembangunan infrastruktur RS Ainun, termasuk pengawasan terhadap anggaran Rp10 miliar agar dikerjakan secara bertanggung jawab dan tepat waktu.

Tim reses mengapresiasi kepada Direktur RS Ainun Habibie atas keberhasilan melanjutkan pembangunan rumah sakit. Ia berharap ke depan RS Ainun Habibie dapat ditingkatkan tipenya dari tipe C menjadi tipe B, dengan catatan pemilihan kontraktor yang berkualitas agar hasil pembangunan benar-benar maksimal.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara DPRD Provinsi Gorontalo dan manajemen RS Ainun Habibie dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Provinsi Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed