Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo A, Sitti Nurain Sompie, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2025–2026 di Desa Motinelo, Kecamatan Tabongo, pada Senin (27/10/25).
Kegiatan tatap muka ini dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta kelompok tani dan majelis taklim. Dalam suasana penuh keakraban, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Beberapa aspirasi utama yang disampaikan masyarakat di antaranya adalah perbaikan jembatan atau plat dekker yang sudah putus total di Desa Motinelo, bantuan motor viar pengangkut hasil panen, bantuan ternak sapi, serta rehabilitasi masjid. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan alsintan seperti tangki hand traktor dan handsprayer elektrik, mesin alkon 3 inci, serta pembangunan rumah layak huni bagi warga yang kurang mampu.
Menariknya, masyarakat juga berharap adanya kebijakan pemerintah daerah agar mereka dapat menggarap atau mengelola lahan HGU yang ada di Desa Motinelo dengan sistem bagi hasil, guna meningkatkan pendapatan petani lokal.
Tak hanya di Motinelo, aspirasi juga datang dari warga Desa Tabongo Barat, yang mengusulkan bantuan kegiatan majelis taklim dan rukun duka, serta pembangunan lantai jemur untuk mendukung produktivitas pertanian.
Dalam kesempatan itu, Sitti Nurain Sompie menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Setiap aspirasi masyarakat akan kami tampung dan perjuangkan melalui mekanisme DPRD. Apa yang menjadi kebutuhan prioritas akan kami dorong agar bisa diakomodir dalam program pembangunan daerah,” ujar Sitti Nurain Sompie.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan momen penting untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di bawah, terutama di sektor pertanian, infrastruktur, dan keagamaan,” tambahnya.
Kegiatan reses tersebut diakhiri dengan dialog terbuka dan penyerapan masukan yang akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Provinsi Gorontalo ke depan.









