Refleksi Tahun Baru 2026, Ridwan Monoarfa Ajak DPRD Gorontalo Menjadikan Surat Al-‘Ashr sebagai Etika Politik

Berita342 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Menyambut Tahun Baru 2026, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengajak seluruh anggota DPRD dan partai politik menjadikan Surat Al-‘Ashr sebagai refleksi moral dan etika dalam menjalankan kekuasaan dan tanggung jawab politik.

Menurut Ridwan, Surat Al-‘Ashr merupakan peringatan yang singkat namun sangat tegas tentang makna waktu, amanah, dan potensi kerugian manusia apabila kekuasaan tidak dijalankan untuk kemaslahatan. Allah SWT bersumpah dengan waktu, yang dalam konteks politik dimaknai sebagai masa jabatan, periode legislasi, dan kepercayaan rakyat yang bersifat terbatas serta tidak dapat diulang.

“Dalam politik, kerugian terbesar bukan kalah dalam pemilu, tetapi gagal menggunakan mandat rakyat untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, terdapat empat prinsip utama dalam Surat Al-‘Ashr yang relevan sebagai etika politik dan legislatif di Gorontalo.

Pertama, iman sebagai fondasi etika politik. Iman, kata Ridwan, bukan sekadar simbol, melainkan pagar moral agar kekuasaan tidak berubah menjadi alat transaksi kepentingan pribadi atau kelompok. Nilai ini sejalan dengan falsafah Gorontalo, Adati hula-hula’a to syara’, syara’ hula-hula’a to Qur’ani, yang menegaskan bahwa politik daerah harus berpijak pada adat dan nilai Al-Qur’an.

Kedua, amal saleh yang diwujudkan melalui kerja politik dan legislasi yang berdampak nyata. Amal saleh bagi DPRD, menurutnya, tercermin dalam regulasi yang melindungi rakyat kecil, penganggaran yang adil dan transparan, serta fungsi pengawasan yang dijalankan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas.

Ketiga, kebenaran yang menuntut keberanian politik. Prinsip tawāṣau bil-ḥaqq mengharuskan keberanian kolektif untuk menyatakan yang benar ketika kebijakan menyimpang, anggaran tidak berpihak pada rakyat, atau kekuasaan mulai menjauh dari kepentingan publik.

Keempat, kesabaran sebagai konsistensi dalam perjuangan politik. Ridwan menegaskan bahwa memperjuangkan kebenaran tidak selalu populer dan kerap menghadapi tekanan serta risiko politik. Namun, kesabaran harus dimaknai sebagai keteguhan menjaga nilai, bukan alasan untuk menunda keberpihakan.

Menutup refleksinya, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa Surat Al-‘Ashr memberikan ukuran yang jelas bagi para pemegang amanah. Jabatan adalah waktu ujian, dan hanya dengan iman, kerja nyata, keberanian pada kebenaran, serta kesabaran, politik dapat diselamatkan dari kerugian sejarah.

“Jika nilai-nilai ini dijaga, maka politik Gorontalo tidak hanya menang secara elektoral, tetapi juga bermartabat secara moral,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *