PDI Perjuangan: RPJMD Harus Jadi Navigasi Pembangunan yang Menjawab Tantangan Zaman

banner 468x60

Humas Deprov – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar belum lama ini.

Melalui juru bicaranya, Espin Tulie, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa dokumen RPJMD merupakan pedoman pembangunan lima tahunan yang strategis, menjabarkan visi, misi, dan arah kebijakan kepala daerah terpilih. Penyusunannya, menurut Espin, telah memuat unsur filosofis, asas, dan norma yang memperlihatkan arah pembangunan yang partisipatif dan terukur.

“Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada Pemprov Gorontalo karena penyusunan RPJMD ini telah sesuai dengan prinsip partisipasi, serta menjawab kebutuhan daerah berdasarkan musrenbang dan masukan DPRD,” ungkap Espin.

Sorotan Sektor Unggulan dan Konsep Agro Maritim 4.0

Dalam pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti fokus RPJMD terhadap sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Fraksi meminta agar program yang dirancang bersifat realistis, progresif, dan inklusif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Secara khusus, Espin menekankan pentingnya pembangunan sektor pertanian terpadu melalui konsep Agro Maritim, yang memandang ekosistem darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan. Ia menyebutkan bahwa implementasi Agro Maritim 4.0 perlu didukung oleh pendekatan transdisipliner berbasis green economy dan blue economy.

“Sebagai daerah agraris, Gorontalo harus memprioritaskan peningkatan produksi padi dan jagung. Kami juga mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi atas persoalan lingkungan yang ditimbulkan dari ekspansi permukiman,” jelas Espin.

Pembangunan Manusia dan Reformasi Birokrasi

Tak hanya sektor ekonomi, Fraksi PDI Perjuangan juga menekankan pentingnya pembangunan manusia, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan fokus pada wilayah pedesaan dan pesisir. Mereka meminta agar RPJMD menjawab tantangan rendahnya partisipasi sekolah, pengangguran, dan keterbatasan layanan kesehatan.

Fraksi juga mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui transformasi digital layanan publik dan penerapan sistem meritokrasi bagi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini, menurut Espin, penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

Tanggapi Isu Global: Iklim dan Kemiskinan Ekstrem

Dalam pidatonya, Fraksi PDI Perjuangan turut mengaitkan isi RPJMD dengan tantangan perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan. Mereka mendorong program berbasis sains yang mendukung kemandirian pangan sekaligus menjadi bagian dari penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“RPJMD harus memenuhi indikator kinerja yang terukur dan realistis, dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah secara akuntabel,” tambah Espin.

Harapan Terhadap RPJMD 2025–2029

Menutup pandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan berharap agar dokumen akhir RPJMD disempurnakan dengan pendekatan kolaboratif melibatkan unsur DPRD, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat sipil.

“Harapan kami, RPJMD ini mampu menjadi arah pembangunan yang membawa Provinsi Gorontalo menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Espin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *