Pastikan Sistem Pengolahan Air Limbah Dapur MBG Sesuai Prosedur, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau SPPG Hunggaluwa

Berita, Komisi I DPRD132 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov — Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (23/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD guna memastikan sistem pengolahan limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai prosedur, serta menjaga standar kebersihan, kualitas pengolahan limbah, dan mutu produksi makanan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Sitti Nurain Sompie menyampaikan bahwa secara umum hasil monitoring di SPPG Hunggaluwa sudah berjalan baik. Namun demikian, masih ditemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan perbaikan ke depan, khususnya pada pengelolaan IPAL.

“Secara keseluruhan sudah baik, hanya saja masih ada bau yang tercium dari IPAL dan air pada pembuangan terakhir masih kurang jernih karena masih tercampur dengan sabun,” ujar Sitti Sompie.

Ia menjelaskan, pada beberapa bak pengolahan awal masih ditemukan aroma tidak sedap, sementara pada bak terakhir masih terlihat gelembung-gelembung sabun yang menandakan proses pengolahan belum optimal. Menurutnya, selama busa sabun masih muncul, maka potensi bau dari limbah juga masih akan terjadi.

Selain itu, diketahui IPAL tersebut telah beroperasi sejak bulan Desember, meskipun untuk sistem tertentu masih tergolong baru berjalan dalam beberapa minggu terakhir. Oleh karena itu, pihak pengelola diminta terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar keberadaan IPAL tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.

Sitti Sompie juga menyarankan agar pengelola melakukan studi banding ke lokasi SPPG lain yang dinilai berhasil dalam pengelolaan IPAL, seperti di Kelurahan Hutuo maupun Dutulanaa.

“Pengelolaan IPAL ini masih perlu ada perbaikan ke depannya untuk menghindari adanya komplain dari masyarakat setempat. Bisa mengambil contoh dari SPPG yang sudah ada seperti di Hutuo atau Dutulanaa,” tambahnya.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut merupakan langkah antisipatif DPRD dalam memastikan kualitas layanan pemenuhan gizi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan kami untuk memastikan standar kebersihan dan kualitas makanan terpenuhi, sekaligus langkah antisipatif terhadap potensi masalah di masa mendatang,” tutup Sitti Sompie.

Melalui kegiatan ini, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo berharap kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat dapat terus meningkat, disertai pengelolaan lingkungan yang profesional dan berstandar baik.

Pewarta: Ricky Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *