Nuansa Religius Warnai Reses Ramdan D. Liputo di Pentadio Timur

Berita, Reses955 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Keadilan Sejahtera (PKS), Ramdan D. Liputo, berlangsung dengan nuansa religius. Kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 tersebut digelar pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Gedung Guru (eks Kantor BPKB Provinsi Gorontalo), Desa Pentadio Timur.

Berbeda dari pelaksanaan reses sebelumnya, kali ini Ramdan secara khusus menghadirkan para penghafal Al-Qur’an sebagai peserta. Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi keumatan secara langsung, sekaligus menjadikan forum reses sebagai ruang dialog strategis yang bernilai spiritual dan sosial bagi masyarakat.

Kepada awak media, Ramdan menjelaskan bahwa menjelang bulan suci Ramadan, momentum reses dimanfaatkan untuk memberikan dorongan dan motivasi spiritual kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya meningkatkan semangat belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, seraya mengingatkan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan mulia serta peran penting dalam pembentukan karakter sosial umat.

Dalam sesi dialog dan tanya jawab, sejumlah aspirasi disampaikan peserta, khususnya yang berkaitan dengan kondisi ekonomi umat. Terungkap bahwa sebagian besar peserta reses tidak hanya berperan sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga aktif sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka menyampaikan kebutuhan akan informasi, akses, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh santri dan jamaah.

Pada kesempatan tersebut, Ramdan juga menyampaikan amanah serta informasi dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo terkait persiapan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) KTNA tingkat nasional. Provinsi Gorontalo dipercaya sebagai tuan rumah, dengan Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.

Aleg muda PKS itu pun mengajak seluruh peserta reses untuk turut menyukseskan PENAS KTNA. Menurutnya, selain menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah, ajang nasional tersebut juga membuka peluang ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penyediaan homestay dari rumah-rumah warga yang layak huni.

Lebih lanjut, Ramdan menegaskan bahwa kehadiran sekitar 36.000 peserta PENAS di Gorontalo akan berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan konsumsi. Oleh karena itu, para pelaku UMKM—termasuk dari kalangan penghafal Al-Qur’an—didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini agar momentum tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *