Minim Regulasi, Pengadaan Sapi di Gorontalo Dinilai Belum Maksimal

Berita871 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Pengadaan bibit sapi di Provinsi Gorontalo kembali menjadi sorotan. Mantan pelaku usaha sekaligus pedagang sapi lintas pulau, Gustam Ismail, menilai bahwa program pengadaan sapi yang rutin dilakukan setiap tahun belum didukung oleh regulasi yang jelas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Gustam Ismail, pemerintah seharusnya memiliki aturan yang mengatur secara spesifik proses pengadaan, penyaluran, hingga pengawasan bibit sapi. “Setiap tahun ada pengadaan, tetapi sampai sekarang belum ada inisiatif membuat regulasi khusus. Ini sangat penting agar program ini berkelanjutan,” ujarnya.

Meski pemerintah mencanangkan pengadaan sapi untuk menambah populasi, realitas di lapangan menunjukkan bahwa Gorontalo masih sangat bergantung pada sapi yang didatangkan dari luar daerah. Kondisi ini membuat kebutuhan pasar belum dapat dipenuhi oleh produksi lokal.

“Kalau tujuannya menambah populasi, harusnya kita sudah kuat secara produksi dalam daerah. Namun kenyataannya masih banyak sapi dari luar daerah masuk. Ini menandakan populasi kita belum cukup,” terang Gustam.

Ia menambahkan, stabilitas populasi sapi sangat penting untuk menjaga harga dan ketersediaan komoditas di pasaran.

Sebagai pedagang yang berpengalaman mengirim sapi dari Gorontalo ke Kalimantan, Gustam melihat bahwa potensi ekonomi sektor peternakan sebenarnya sangat besar. Namun, tantangan terkait kualitas dan kesehatan sapi yang datang dari luar daerah masih menjadi persoalan.

“Kami sering menerima sapi yang kondisinya stres bahkan ada yang mati setelah perjalanan jauh. Ini nilai kerugiannya cukup besar,” jelasnya.

Gustam Ismail berharap pemerintah daerah dapat lebih fokus memperkuat produksi sapi lokal. Dengan begitu, perputaran uang dapat tetap berada di dalam daerah dan memberikan dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau produksi lokal kuat, kita tidak lagi bergantung pada sapi luar. Peternak kita juga lebih sejahtera, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” tegasnya.

Ia menilai bahwa pemerintah perlu segera menyusun regulasi pengadaan sapi, melakukan pembinaan kepada peternak, serta memastikan kesehatan hewan ternak sebelum didistribusikan atau diperdagangkan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri peternakan sapi di Provinsi Gorontalo dapat berkembang lebih baik, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *