Humas Deprov — Pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan wawancara langsung dengan salah satu penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Kelurahan Hutu’o, Kecamatan Limboto.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menggali informasi terkait proses sosialisasi, penyaluran, hingga pemanfaatan bantuan UEP yang diterima masyarakat.
Berdasarkan hasil pertemuan, penerima UEP diketahui memiliki usaha sembako yang dijalankan sebagai sumber kegiatan ekonomi sehari-hari. Penerima menyampaikan bahwa program UEP sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Desa/Kelurahan Hutu’o.
Penerima juga menjelaskan bahwa bantuan UEP telah diterima sekitar dua bulan lalu. Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening masing-masing penerima.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menyampaikan bahwa hasil wawancara menunjukkan bantuan UEP telah diterima dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha penerima.
“Bantuan ini diharapkan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat. Kami ingin memastikan program yang diberikan pemerintah memberikan manfaat nyata dan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi penerima,” ujar Ghalieb.
Menurutnya, program UEP merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam mendorong masyarakat agar memiliki kegiatan ekonomi produktif. Karena itu, pemanfaatan bantuan perlu diarahkan pada pengembangan usaha sehingga dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi penerima.
Pimpinan dan anggota Komisi IV juga menekankan pentingnya memastikan program bantuan masyarakat berjalan tepat sasaran, transparan, serta sesuai dengan tujuan pemberdayaan ekonomi.
“Yang terpenting adalah bantuan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mampu mendorong usaha mereka menjadi lebih berkembang,” tambah Ghalieb.
Dari hasil kunjungan, Komisi IV mencatat bahwa penerima telah menerima bantuan melalui rekening masing-masing dan memanfaatkannya untuk mendukung usaha sembako yang dijalankan.










