Humas Deprov – Ketua DPRD menghadiri kegiatan Sumo Foundation Awards 2026 yang digelar di Grand Sumberia, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Gorontalo yang dinilai memiliki dedikasi, perjuangan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, para Bupati/Wali Kota atau yang mewakili, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan perguruan tinggi, insan pers, pimpinan organisasi, serta para penerima penghargaan dan tamu undangan lainnya.
Sumo Foundation Awards tahun 2026 merupakan edisi ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2008. Dalam perjalanannya, Sumo Foundation telah memberikan penghargaan kepada berbagai sosok inspiratif yang tersebar di wilayah Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutan Ketua Panitia, Direktur Gadis Center Nurul Samsu Pana, S.Kom., disampaikan bahwa pada pelaksanaan tahun 2026 proses penjaringan penerima penghargaan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui pengumuman terbuka di media sosial dan forum usulan secara daring.
Dari ratusan usulan masyarakat, dilakukan proses verifikasi, penyaringan, penilaian hingga penentuan penerima penghargaan dengan melibatkan insan pers. Para wartawan juga turun langsung ke lapangan untuk melihat, memverifikasi, dan mendokumentasikan kisah para calon penerima penghargaan.
“Melalui kerja keras dan kolaborasi tersebut, malam ini lahir sepuluh orang penerima award terpilih,” demikian disampaikan dalam sambutan panitia.
Sepuluh penerima Sumo Foundation Awards 2026 tersebut terdiri dari tokoh desa, mahasiswa pejuang, dan siswa kreatif. Mereka adalah Fajar Susilo, Olan T. Kadir, Fahry Mohamad, Ading Suhana, Dr. Razak Umar, Arlan Latif, Ridha Yansa, Sulastri R. Sude, Suhendra Saputra Djafar, dan Dr. Riska Duduti.
Kisah perjuangan para penerima penghargaan kemudian ditampilkan melalui pemutaran video profil. Di antaranya kisah mahasiswa yang bekerja sebagai penjual es teh, mahasiswa yang bekerja sebagai buruh bangunan dan pengemudi ojek daring untuk membiayai pendidikan, pengrajin Upia Karanji, petani durian, pelestari hutan, hingga sosok yang menciptakan Iqro Braille bagi santri penyandang disabilitas.
Ketua DPRD Serahkan Dua Penghargaan
Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua DPRD turut diberikan kesempatan menyerahkan penghargaan kepada dua penerima Sumo Foundation Awards 2026.
Penghargaan pertama diberikan kepada Olan T. Kadir dalam kategori Tokoh Desa, atas dedikasinya sebagai pengrajin Upia Karanji yang turut menjaga dan melestarikan kerajinan serta budaya lokal Gorontalo.
Penghargaan kedua diberikan kepada Suhendra Saputra Djafar dalam kategori Tokoh Mahasiswa Pejuang. Suhendra dinilai memiliki semangat luar biasa dalam menyelesaikan pendidikan dengan bekerja serabutan demi membiayai kebutuhan kuliahnya.
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap mereka yang tetap berjuang dan memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Gubernur: Sumo Awards Membuka Mata terhadap Realitas Masyarakat
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo memberikan apresiasi kepada Sumo Foundation, insan pers, perguruan tinggi, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam menemukan serta mengangkat kisah masyarakat yang inspiratif.
Menurut Gubernur, kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai berbagai kondisi masyarakat yang terkadang belum sepenuhnya terpantau dan mendapatkan perhatian pemerintah.
Gubernur menilai kerja sama antara Sumo Foundation, perguruan tinggi, dan insan pers sangat penting karena mampu menghadirkan berbagai realitas kehidupan masyarakat di lapangan untuk menjadi perhatian bersama.
“Masih terdapat berbagai realitas kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian kita semua,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam sambutan Gubernur.
Suharso Monoarfa: Pembangunan Adalah Kerja Bersama
Sementara itu, Pembina Sumo Foundation Suharso Monoarfa menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD, serta seluruh insan pers yang selama ini konsisten mendukung pelaksanaan Sumo Foundation Awards.
Ia menegaskan bahwa gagasan awal penghargaan tersebut tidak terlepas dari peran wartawan Gorontalo dalam menemukan sosok-sosok inspiratif yang selama ini bekerja dan mengabdi secara senyap tanpa mengharapkan penghargaan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki hati, kepedulian, dan pengabdian tanpa henti. Mereka berjuang bukan untuk mencari popularitas, tetapi untuk memberikan manfaat dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
Suharso juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang sangat dibutuhkan karena setiap orang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi.
“Tidak ada satu orang pun yang boleh mengatakan dirinya sendiri yang menjadi pahlawan. Kita semua memberikan kontribusi, sekecil apa pun,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Kegiatan Sumo Foundation Awards 2026 ditutup dengan suasana penuh apresiasi dan kebersamaan. Kisah sepuluh penerima penghargaan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Gorontalo untuk terus berbuat baik, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.









