Duduk Bersama Warga Huidu dan Pone, Haji Suyuti Tampung Keluh Kesah dari Ladang, SPBU, hingga Surau

Profil13 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Tidak ada mimbar, tidak ada jarak. Hanya duduk bersama di kursi plastik, dan obrolan dari hati ke hati. Begitulah suasana pertemuan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Haji Suyuti, dengan masyarakat Desa Huidu dan Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Tujuannya satu : mendengar langsung apa yang dirasakan warga, bukan lewat laporan, tapi dari mulut mereka sendiri.

Obrolan pun mengalir. Para petani bercerita tentang susahnya bertani saat ini. Bantuan pupuk subsidi dan alat pertanian memang ada, tapi di lapangan masih ada saja pungutan. Padahal mereka berharap bantuan itu bisa meringankan, bukan malah menambah beban.

Keluhan lain datang dari urusan solar subsidi untuk para petani. Banyak petani yang antre panjang di SPBU, tapi sering kehabisan. Mekanisme penyalurannya dinilai belum jelas dan pengawasannya masih lemah. Akibatnya solar subsidi yang seharusnya untuk mengairi sawah dan menghidupkan traktor, malah sulit didapat.

Di tengah obrolan, muncul juga keresahan soal dompet. Warga mengaku kaget dengan kenaikan pajak-pajak. Pajak kendaraan bermotor naik, Pajak Bumi dan Bangunan juga ikut naik. Bagi masyarakat yang penghasilannya pas-pasan, kenaikan ini terasa sangat berat.

Tidak hanya soal perut dan ekonomi. Para orang tua dan tokoh agama juga menitipkan pesan. Mereka berharap pemerintah memperhatikan yang lebih terhadap pendidikan agama anak-anak. Guru ngaji di desa butuh pembinaan dan dukungan, agar anak-anak punya tempat belajar mengaji yang layak dan berkualitas. Karena menurut mereka, kuatnya iman juga bagian dari membangun desa.

Mendengar semua itu, Haji Suyuti mengangguk dan mencatat.

“Saya kesini bukan untuk janji manis. Saya kesini untuk dengar dan bawa pulang semua keluhan bapak ibu. InSyaa ALLAH ini akan saya sampaikan dan perjuangkan di DPRD Provinsi, supaya ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Bagi warga Huidu dan Pone, pertemuan seperti ini memberi harapan. Karena mereka merasa didengar. Dan bagi seorang wakil rakyat, ini adalah pengingat bahwa tugasnya belum selesai setelah duduk di kursi dewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *