Humas deprov – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Suyuti, menghadiri kegiatan penanaman perdana gelar teknologi pertanian dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, yang dirangkaikan dengan pencanangan publikasi sebagai bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kapolda, Danrem 133/Nani Wartabone, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Kepala BRMP Provinsi Gorontalo, serta jajaran OPD terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepercayaan menjadikan Gorontalo sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Sejumlah langkah persiapan telah kami lakukan, di antaranya penyiapan lahan untuk penanaman berbasis teknologi pertanian serta berbagai kegiatan pendukung lainnya. Ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BRMP Biogen, Dr. Atekan, menekankan pentingnya pemahaman tema dan implementasi teknis di lapangan. Ia menjelaskan bahwa program strategis seperti optimalisasi lahan dan cetak sawah terus didorong pemerintah guna meningkatkan produksi pertanian.
“Di Gorontalo, program cetak sawah tahun 2025 ditargetkan seluas 5.600 hektare, meskipun realisasi saat ini masih sekitar 1.833 hektare. Tahun 2026 akan difokuskan pada optimalisasi lahan hingga 25.000 hektare. Ini langkah strategis untuk meningkatkan produksi, khususnya padi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah terhadap sarana produksi semakin meningkat, termasuk alokasi pupuk nasional yang naik menjadi 9,5 juta ton dengan penurunan harga hingga 20 persen.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan perencanaan dan proses yang matang.

“Berbeda dengan pembangunan infrastruktur, pertanaman membutuhkan waktu. Oleh karena itu, penanaman harus dimulai dari sekarang agar saat pelaksanaan PENAS nanti, kondisi tanaman sudah siap dan optimal,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi panitia, fokus pada lokasi kegiatan, serta antisipasi terhadap faktor cuaca. Selain itu, kawasan sekitar lokasi juga diminta untuk ditanami jagung sebagai identitas daerah.
Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Suyuti, menegaskan komitmen DPRD dalam mengawal dan mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Tanpa pengawasan yang optimal, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik. DPRD akan terus melakukan pemantauan terhadap kesiapan dan pelaksanaan agar kegiatan ini berjalan sukses,” tegasnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya petani, melalui pemanfaatan teknologi pertanian.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk belajar dan mengadopsi teknologi pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Kegiatan PENAS XVII ini diharapkan menjadi ajang strategis dalam memperkuat sinergi nasional, serta menjadi etalase pembangunan pertanian yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.
Pewarta : Ivan









