Akses Vital Tiga Desa Terancam, Warga Curhat ke Ance Roboth Saat Reses

Berita, Reses1029 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Gorontalo Utara, Ance Roboth dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kembali menjadi wadah penting bagi masyarakat menyampaikan persoalan mendasar yang belum tertangani. Reses berlangsung di Dusun Kanto, Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kamis (5/2/2026), dan dihadiri warga dari sejumlah desa sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, warga secara tegas mengungkapkan kekecewaan atas kondisi jembatan di Dusun Kanto yang hingga kini belum mendapat penanganan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Jembatan itu merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Pulo Henti (Dusun Kanto), Desa Bulontio Timur, serta Dusun Popaya di Desa Hutakalo.

Kerusakan jembatan berdampak luas pada kehidupan warga. Aktivitas ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian terhambat, bahkan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ance Roboth menegaskan persoalan jembatan Dusun Kanto tidak boleh terus diabaikan. Menurutnya, infrastruktur penghubung antarwilayah adalah kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat. Jika dibiarkan, berarti masyarakat dipaksa hidup dalam keterbatasan dan risiko. Pemerintah kabupaten dan provinsi harus segera mengambil langkah konkret,” tegasnya.

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan kebutuhan mendesak bantuan benih jagung. Mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian, sehingga ketersediaan benih sangat menentukan keberlangsungan ekonomi keluarga. Selama ini, keterbatasan bantuan membuat produktivitas pertanian belum optimal.

Ance Roboth menyatakan aspirasi petani terkait benih jagung harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani pedesaan.

Tak kalah penting, warga berharap dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM, khususnya yang dikelola ibu-ibu di Dusun Kanto. UMKM lokal dinilai berpotensi menopang ekonomi rumah tangga, namun masih terkendala permodalan, keterampilan, dan pendampingan usaha.
“UMKM ibu-ibu adalah kekuatan ekonomi keluarga. Pemerintah provinsi perlu hadir dengan program konkret—bantuan modal, pelatihan, hingga pendampingan—bukan sekadar slogan pemberdayaan,” ujar Ance Roboth.

Ia menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme resmi DPRD. Menurutnya, reses bukan kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab politik untuk memastikan suara rakyat benar-benar sampai ke meja kebijakan.

Reses di Dusun Kanto kembali menyoroti kesenjangan pembangunan di wilayah pedesaan Gorontalo Utara. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan provinsi segera merealisasikan langkah nyata demi pembangunan yang adil, merata, dan berpihak pada rakyat kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *