Reses di Tunas Jaya, Femmy Udoki Disambut Antusias Warga

Berita, Reses816 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki atau yang akrab disapa Femmy, disambut antusias oleh masyarakat Desa Tunas Jaya, Kecamatan Bonepantai, saat menggelar reses masa persidangan kedua Tahun 2025–2026, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini menjadi reses perdana Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan bagi masyarakat di wilayah Tunas Jaya bagian dalam. Reses dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.


Salah satu aspirasi utama yang mencuat adalah pembangunan jalan tani yang baru terealisasi sepanjang 100 meter dari total 800 meter yang diusulkan. Warga, khususnya para petani, berharap sisa pembangunan jalan tersebut dapat segera dituntaskan melalui pengawalan anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Melalui kesempatan ini, kami mohon kepada Ibu Femmy agar dapat mengawal penganggaran pembangunan jalan tani secara utuh dengan panjang mencapai 800 meter,” ujar salah satu petani Desa Tunas Jaya.

Selain infrastruktur, masyarakat yang bergerak di sektor pertanian hortikultura juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas untuk memproduksi pupuk kompos secara mandiri.

“Kami sudah membuat pupuk kompos, hanya saja masih kekurangan fasilitas pendukung. Melalui kesempatan ini, kami meminta perhatian dari Ibu Femmy,” ungkap tokoh masyarakat yang juga berprofesi sebagai petani.


Menanggapi hal tersebut, Femmy Udoki menjelaskan bahwa untuk pembangunan akses jalan tani dengan panjang kurang dari satu kilometer, pihaknya akan berkoordinasi dengan Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango agar dapat dianggarkan melalui APBD kabupaten.

“Sebenarnya ini cukup dengan anggaran kabupaten karena panjangnya hanya sekitar satu kilometer. Nanti juga akan saya sampaikan dan koordinasikan dengan anggota DPRD kabupaten,” jelas Femmy.

Sementara itu, terkait fasilitas produksi pupuk kompos, Femmy menyatakan kesiapannya untuk membawa aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi apabila anggaran daerah belum mencukupi.

“Insyaallah akan saya perjuangkan, karena ini sesuatu yang perlu didukung secara penuh. Saya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, bahkan kalau memungkinkan sampai ke Kementerian, jika anggaran daerah tidak mencukupi,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya, di antaranya penanganan banjir melalui pembangunan bronjong, dukungan usaha percetakan bagi Karang Taruna, kesejahteraan pengurus Koperasi Merah Putih, hingga keluhan siswa terkait lauk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menutup kegiatan reses, Femmy meminta masyarakat untuk segera menyiapkan dan menyerahkan proposal resmi atas setiap usulan yang disampaikan, sebagai dasar kuat dalam proses pengawalan dan perjuangan anggaran.

“Nanti dibuat saja proposalnya dan diserahkan ke saya. Insyaallah akan saya perjuangkan. Meskipun saya tidak memiliki suara banyak di sini, saya tetap bertanggung jawab mengawal aspirasi masyarakat hingga ke kementerian yang membidangi,” tutup Femmy dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *