Tonggobi To Bandayo Molanggato, Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Hidupkan Kembali Warisan Musik Daerah

Berita, Lensa Setwan74 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov — Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo turut ambil bagian dalam Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 sebagai peserta nomor 30, yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, dengan mengangkat konsep budaya “Tonggobi To Bandayo Molanggato” dan tema “Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo.”

Keikutsertaan Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo dalam ajang budaya tersebut menjadi bagian dari upaya ikut melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya Gorontalo kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui konsep Tonggobi To Bandayo Molanggato, Sekretariat DPRD menghadirkan kembali salah satu warisan musik tradisional Gorontalo yang mulai jarang dikenal masyarakat.

Tonggobi merupakan sebutan lama bagi alat musik khas Gorontalo yang sebelum lebih dikenal dengan nama polo palo, masyarakat mengenalnya sebagai tonggobi atau tonggo-tonggo hemopobibi. Pada masa dahulu, tonggobi tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang dipertandingkan antarsesama warga.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat membangun menara atau pondok tinggi yang terbuat dari bambu di tengah lapangan. Tempat tersebut digunakan para peserta untuk memainkan tonggobi, sementara juri melakukan penilaian dari atas gunung atau bukit di sekitar lokasi. Tradisi ini menggambarkan kreativitas, semangat kompetisi, sekaligus kebersamaan masyarakat Gorontalo pada masa lalu.

Tonggobi To Bandayo Molanggato juga memiliki nilai sosial yang kuat. Tradisi tersebut menjadi hiburan masyarakat sekaligus mencerminkan nilai sportivitas, gotong royong, silaturahmi, dan tolong-menolong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.

Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Riffli Katili, menyampaikan bahwa keikutsertaan Sekretariat DPRD dalam Gorontalo Karnaval Karawo 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

“Melalui tema Tonggobi To Bandayo Molanggato dengan semangat Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo, kami ingin memperkenalkan kembali warisan budaya Gorontalo kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Riffli Katili.

Menurutnya, kehadiran Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo sebagai peserta nomor 30 diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya Gorontalo melalui kreativitas dan partisipasi dalam Gorontalo Karnaval Karawo 2026.

Pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo 2026 berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, dengan rute karnaval dimulai dari depan GPCC Gorontalo sebagai titik start dan berakhir di depan Cafe Restorasi Gorontalo sebagai titik finish.

Melalui konsep Tonggobi To Bandayo Molanggato, Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo ingin menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap warisan budaya tersebut. Irama tonggobi dimaknai sebagai denyut kehidupan masyarakat Gorontalo yang pernah menjadi bagian dari kebersamaan dan kini perlu kembali diperkenalkan kepada generasi masa kini.

Kehadiran Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo dalam GKK 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Warisan budaya Gorontalo tidak hanya memiliki nilai seni dan estetika, tetapi juga menyimpan pesan tentang kebersamaan, sportivitas, gotong royong, silaturahmi, serta kehidupan bermasyarakat yang tetap relevan untuk diwariskan.

Dalam konsep tersebut, Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo Riffli Katili tercatat sebagai pembina, sementara desain konsep Tonggobi To Bandayo Molanggato dibuat oleh Mohamad Muflih Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *