Humas Deprov – Rabu, 8 Juli 2026. Di tengah terik siang, warga Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, duduk bersama Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Haji Suyuti.
Ini hari ke-8 reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025-2026. Kali ini Haji Suyuti datang bukan bawa pidato, tapi bawa telinga untuk mendengar langsung isi hati warga.
Obrolan pertama langsung soal rasa takut tiap musim hujan. Warga mengaku was-was karena tanggul di desa mereka sudah tidak kuat menahan luapan air. Kalau hujan deras, air bisa masuk ke pemukiman.
Mendengar keluhan itu, Haji Suyuti langsung merespons. Beliau bilang siap mendorong dan mengawal bersama pemerintah desa. Bahkan beliau bersedia ikut turun langsung ke Balai Sungai Wilayah di Gorontalo untuk memperjuangkan pemeliharaan dan renovasi tanggul itu.
“Kita jangan tunggu banjir dulu baru bergerak. Lebih baik kita cegah dari sekarang,” ujar Haji Suyuti.
Setelah itu, giliran para pedagang yang angkat bicara. Rata-rata warga di sini mencari nafkah dari berdagang. Mereka berharap ada bantuan tambahan modal usaha dan renovasi tempat usaha. Harapannya sederhana, dagangan lebih nyaman dan pembeli lebih ramai.
Dari kelompok tani juga ada titipan. Mereka kesulitan meminjam traktor di Brigade Alsinta karena persyaratannya berbelit. Karena itu warga mengusulkan agar kelompok tani di Pilolalenga bisa dapat bantuan traktor sendiri, biar saat musim tanam tidak lagi kewalahan.
Tidak ketinggalan soal anak-anak sekolah. Warga menitipkan harapan agar program Makan Bergizi Gratis atau MBG diprioritaskan untuk siswa-siswa di pedesaan. “Anak-anak desa ini pak, yang paling butuh. Jauh dari rumah ke sekolah, kadang belum sempat sarapan,” kata salah satu orang tua.
Di akhir pertemuan, Haji Suyuti berjanji semua yang disampaikan warga akan dikawal. Tidak berhenti hanya di catatan reses.
“Hari ini kita bicara, besok kita tindaklanjuti. Mau itu soal tanggul, modal usaha, traktor, sampai MBG untuk anak-anak. Kita kawal sama-sama sampai ada hasilnya,” tegasnya.
Bagi warga Pilolalenga, pertemuan ini memberi rasa lega. Karena akhirnya ada wakil rakyat yang mau duduk, dengar, dan siap berjuang bersama.
