Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Pantau Kesiapan Desa Popodu Hadapi Dampak Musim Kemarau

Berita, Komisi I DPRD309 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan monitoring ke Desa Popodu, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (4/9/2026), untuk melihat kesiapan pemerintah desa dalam menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

Kunjungan tersebut dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nurain Sompie, bersama sejumlah pimpinan dan anggota Komisi I. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Popodu, Hasyim Latala.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah desa menyampaikan bahwa kondisi masyarakat secara umum masih relatif aman dan terkendali. Namun, musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Sebagian hasil pertanian masyarakat dilaporkan mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut belum memberikan tekanan besar terhadap sebagian besar masyarakat Desa Popodu. Pasalnya, banyak warga bekerja sebagai penggarap lahan dan bukan sebagai pemilik lahan pertanian.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan air minum, masyarakat mulai mengandalkan air isi ulang. Saat ini terdapat sekitar empat depot air isi ulang yang beroperasi di Desa Popodu.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Sidiki, mengatakan kebutuhan dasar masyarakat sejauh ini masih dapat terpenuhi berdasarkan hasil dialog dengan pemerintah desa.

“Secara umum masih aman. Tetapi dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat, terutama terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok,” kata Yeyen.

Ia mencontohkan harga cabai yang mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kemarau berkepanjangan yang turut memengaruhi produksi pertanian.

Karena itu, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mengimbau Pemerintah Provinsi Gorontalo, khususnya Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag), untuk segera menggelar pasar murah di tengah meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Selain pasar murah, pemantauan harga kebutuhan pokok juga dinilai perlu terus dilakukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Di sisi lain, persoalan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga relatif masih dapat diatasi. Sebagian besar masyarakat Desa Popodu telah menggunakan sumur suntik yang airnya dimanfaatkan untuk mandi dan berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.

Meski kondisi desa masih terkendali, Komisi I meminta pemerintah desa tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kebakaran akibat aktivitas pembakaran rumput maupun lahan.

“Kami mengimbau kepala desa untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar rumput atau lahan sembarangan. Kemarau yang panjang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Komisi I menilai kesiapan pemerintah desa dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi musim kemarau berkepanjangan. Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah juga perlu memantau dampak kemarau terhadap sektor pertanian, perkembangan harga kebutuhan pokok, serta potensi bencana kebakaran.

Monitoring tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Provinsi Gorontalo untuk memastikan pemerintah desa memiliki langkah antisipasi dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *