Humas Deprov – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo menghadiri kegiatan finalisasi pemanfaatan dan penetapan status aset tanah dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo, yang digelar pada Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Gorontalo dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Wakil Bupati Gorontalo Utara, perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menyampaikan bahwa seluruh pihak pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana investasi di sektor peternakan ayam di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Seluruh pihak pada prinsipnya mendukung rencana investasi ini. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Thomas.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun sempat terjadi pembahasan terkait persoalan tanah, namun hal tersebut telah menemukan solusi. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) terkait telah menyampaikan bahwa kegiatan investasi tetap dapat dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan serta perlakuan administratif yang harus dipenuhi.
Lebih lanjut, Thomas menegaskan bahwa proses persetujuan dari DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam memastikan legalitas serta kelancaran investasi tersebut.
“DPRD Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga ke tingkat kementerian, khususnya dalam hal penerbitan sertifikasi dan perizinan, agar kegiatan usaha dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tegasnya.
Melalui kegiatan finalisasi ini, diharapkan program hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo dapat segera direalisasikan secara optimal, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah sektor peternakan di daerah.
Pewarta: Ivan
