Normalisasi Irigasi hingga Bantuan Peternakan Warnai Reses Hais Ayuwa Bersama Warga Mongolato

Profil17 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo, Hais Ayuwa, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di kediamannya di Desa Lupoyo. Kegiatan tersebut menghadirkan masyarakat Desa Mongolato untuk menyerap berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan utama warga.

Dalam sambutannya, Hais Ayuwa menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan masyarakat sekaligus mengevaluasi program yang telah direalisasikan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Pada kesempatan itu, masyarakat menyampaikan apresiasi atas sejumlah program yang telah direalisasikan melalui Pokir Hais Ayuwa. Di antaranya pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi, penggalian saluran air, program air bersih, serta pembangunan jalan paving yang kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan petani.

Perwakilan masyarakat juga menjelaskan bahwa pekerjaan pengangkatan sedimen saluran irigasi dari Pilohayanga hingga Mongolato, Bulota, dan Lupoyo sangat membantu meningkatkan kelancaran aliran air ke lahan pertanian. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan, khususnya sambungan saluran di wilayah Mongolato yang belum memiliki kemiringan ideal sehingga menjadi lokasi penumpukan sampah dan menghambat aliran air.

Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan persoalan distribusi air di wilayah Hulawa. Mereka mengungkapkan bahwa ketika pintu air dibuka, debit air hanya mengalir ke sebagian wilayah sehingga lahan pertanian di Telaga Jaya dan sekitarnya belum memperoleh pasokan air secara maksimal. Masyarakat berharap pekerjaan melalui program Inpres nantinya dapat difokuskan pada titik tikungan saluran yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai agar distribusi air dapat berjalan lebih merata.

Selain itu, masyarakat mengusulkan peningkatan infrastruktur berupa jalan paving menuju perbatasan Bulota sepanjang kurang lebih 400 meter yang dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas warga dan aktivitas pertanian. Aspirasi mengenai kondisi jembatan Hulawa yang telah lama menjadi keluhan para petani juga turut disampaikan agar mendapat perhatian pemerintah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hais Ayuwa menyampaikan bahwa sebagian besar anggaran Pokir tahun ini memang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa melalui alokasi Pokir, pemerintah telah melaksanakan pekerjaan pembersihan sedimentasi saluran irigasi di wilayah Talumelito, Bulota, Lupoyo, dan Mongolato. Menurutnya, normalisasi saluran sangat penting untuk mengurangi risiko luapan air saat musim hujan sekaligus memastikan pasokan air bagi lahan pertanian.

Hais Ayuwa juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke saluran irigasi karena menjadi penyebab utama pendangkalan dan tersumbatnya aliran air.

Pada kesempatan yang sama, Hais Ayuwa turut menyampaikan rencana sejumlah program Pokir Tahun Anggaran 2027. Program tersebut meliputi bantuan peternakan ayam, bantuan pangan bagi masyarakat, penanganan anak stunting, hibah pembangunan dan rehabilitasi masjid, serta dukungan terhadap kelompok tani melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) berbasis tenaga surya (solar cell).

Menurutnya, program JIAT menjadi solusi bagi lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi. Sistem tersebut menggunakan pompa bertenaga surya sehingga petani tidak lagi terbebani biaya listrik maupun bahan bakar. Namun, pelaksanaannya membutuhkan kesiapan lahan minimal berukuran 10 x 10 meter sebagai lokasi instalasi.

Dalam dialog bersama masyarakat, Hais Ayuwa juga memberikan motivasi agar warga memanfaatkan sektor peternakan sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga. Ia menjelaskan bahwa usaha ternak ayam memiliki prospek yang baik karena mudah dipelihara, cepat berkembang, serta memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri kegiatan reses, Hais Ayuwa menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang berlaku. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh usulan akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara masyarakat dan DPRD Provinsi Gorontalo dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor pertanian, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *