Humas Deprov – Mengakhiri rangkaian Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil III Gorontalo A, Paris R. A. Jusuf, memaksimalkan agenda hari terakhir dengan turun langsung menjawab keresahan masyarakat Desa Tonala terkait akses energi, khususnya distribusi LPG bersubsidi.
Legislator senior tersebut meninjau langsung lokasi usulan pendirian pangkalan LPG di kediaman warga, Ridwan Doda. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan realisasi distribusi gas bersubsidi agar lebih mudah dijangkau masyarakat setempat.
Dalam kunjungan lapangan itu, Paris menghadirkan dua otoritas teknis, yakni Pejabat Fungsional (Japung) Ahli Madya Dinas ESDM Provinsi Gorontalo, Azis Ayuba, serta perwakilan Hiswana Migas, Abdul Azis Bahmi. Kehadiran keduanya bertujuan melakukan verifikasi faktual sekaligus memberikan kepastian regulasi kepada masyarakat.
Azis Ayuba, menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah konkret dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses.
“Kami hadir langsung di sini, selain sebagai tugas profesional, juga sebagai bentuk penghormatan dan sinergi dengan Bapak Paris R. A. Jusuf yang sudah kami anggap sebagai kakak sendiri,” ujar Azis Ayuba.
Secara teknis, Azis menilai pendirian pangkalan LPG baru di Desa Tonala sangat mendesak. Ia menyebut indikatornya jelas, yakni kepadatan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang cukup tinggi, sementara jarak ke pangkalan eksisting relatif jauh.
“Maka, penambahan titik distribusi mutlak diperlukan agar masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh LPG,” tambahnya.
Dukungan penuh juga disampaikan Abdul Azis Bahmi dari Hiswana Migas. Ia memastikan usulan tersebut selaras dengan program *One Village One Pangkalan* (OVOP) dan berkomitmen mengawal prosesnya hingga ke Pertamina.
“Kami sudah menerima proposal penamaan pangkalan dan akan segera berdiskusi dengan Pertamina agar kuota di sini terpenuhi, baik LPG 3 Kg (subsidi) maupun Bright Gas (non-subsidi). Prinsip kami jelas, apabila regulasi memungkinkan dan prosesnya bisa dipermudah untuk kepentingan rakyat, kenapa harus dipersulit? Insyaallah, kami akan berikhtiar semaksimal mungkin,” tegas Abdul Azis.
Menanggapi respons positif tersebut, Paris R.A. Jusuf menyampaikan apresiasi dan rasa syukur. Menurutnya, kehadiran ESDM dan Hiswana Migas di tengah masyarakat menjadi bentuk sinergi nyata antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat.
“Alhamdulillah, hari ini masyarakat mendapatkan sosialisasi dan edukasi langsung mengenai tata niaga LPG. Kejelasan ini sangat penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di lapangan,” pungkas Paris.
Sebagai penutup rangkaian reses, Paris juga menerima aspirasi tambahan berupa proposal permohonan bantuan bibit durian dari kelompok masyarakat Desa Tonala. Aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui dinas terkait sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
Dengan berakhirnya masa reses ini, Paris R.A. Jusuf menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi yang telah dihimpun agar dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.









