Reses Ance Roboth di Dusun Popaya: Warga Keluhkan Minimnya Infrastruktur, Jaringan Seluler hingga Fasilitas Sosial Belum Tersentuh

Berita, Reses682 Dilihat
banner 468x60

Humas Deprov — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo daerah pemilihan (Dapil) V Kabupaten Gorontalo Utara, Ance Roboth, SH, melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 di Dusun Popaya, Desa Hutakalo, Kecamatan Sumalata, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sekretaris desa bersama aparat desa serta masyarakat setempat yang menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah.

Kegiatan reses tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat, terutama terkait kebutuhan dasar yang dinilai masih jauh dari pemerataan pembangunan.
Dalam dialog bersama masyarakat, warga mengeluhkan kondisi drainase di Dusun Popaya yang hingga saat ini belum tertangani secara maksimal. Sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik kerap menyebabkan genangan air saat musim hujan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan.

Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa pengadaan usungan jenazah, yang hingga saat ini masih terbatas dan menjadi kebutuhan penting dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Warga juga berharap adanya bantuan bagi majelis taklim sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di tingkat desa.
Persoalan lain yang menjadi sorotan serius adalah belum tersedianya jaringan seluler di Dusun Popaya.

Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas komunikasi masyarakat, akses informasi, serta pelayanan publik yang saat ini semakin bergantung pada teknologi digital.

Masyarakat berharap pemerintah segera menghadirkan pemerataan akses telekomunikasi di wilayah terpencil.

Di bidang pendidikan, warga mengusulkan adanya program beasiswa bagi pelajar, guna membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia serta meringankan beban ekonomi keluarga.

Sementara di sektor ekonomi, masyarakat meminta dukungan terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Tidak hanya itu, warga juga mengusulkan bantuan pembangunan plafon Masjid Al-Maidah di Dusun Popaya, yang saat ini masih membutuhkan perhatian pemerintah agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ance Roboth, SH menyampaikan bahwa persoalan yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah. Ia menegaskan akan memperjuangkan seluruh aspirasi warga agar mendapat perhatian dan masuk dalam program pembangunan daerah.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan di wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya terkait infrastruktur, pelayanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat, Ance Roboth turut memberikan bantuan uang tunai dari kantong pribadi untuk membantu kebutuhan mendesak warga, sembari menunggu realisasi program pemerintah.

Menurutnya, kegiatan reses tidak boleh hanya menjadi agenda formal semata, tetapi harus menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pelayanan dan pembangunan.

“Kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur dasar, akses komunikasi, pendidikan, hingga fasilitas keagamaan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Aspirasi masyarakat akan terus kami kawal agar dapat direalisasikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut diharapkan aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil yang masih membutuhkan perhatian dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *