Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bone Bolango, Hamzah Idrus, melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025–2026 pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila.
Kegiatan reses ini dihadiri oleh Ketua MPD PKS, ayahanda Desa Poowo Barat, serta masyarakat setempat yang secara aktif menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dalam sesi dialog, Ayah Dahlan Ismail menyampaikan beberapa usulan, di antaranya permohonan bantuan kipas angin untuk masjid sebanyak empat unit, kemudahan dalam memperoleh pupuk subsidi, serta penanganan drainase di ruas Jalan Abd. Djalil.
Sementara itu, Hamid Saleh menyoroti persoalan ketersediaan pupuk subsidi, kelangkaan dan harga pupuk, serta isu angka stunting. Ia juga mengusulkan perbaikan bahu jalan di sepanjang sungai kanal yang rusak akibat aktivitas kendaraan berat milik Balai Sungai, agar dilakukan rabat beton. Selain itu, ia meminta adanya penerangan jalan di bahu jalan kanal.
Aspirasi lainnya datang dari Toni Mohamad, petani asal Toto Utara, yang menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan sarjana, perlunya pelatihan keterampilan bagi kaum muda, serta kritik terhadap istilah efisiensi anggaran yang dinilai sering berujung pada pemotongan. Ia juga menyinggung kondisi petani yang masih dirugikan karena anjloknya harga hasil panen setiap musim.
Adapun Jufri Polowangi mempertanyakan solusi konkret bagi remaja yang belum memiliki pekerjaan dan putus sekolah, serta alternatif peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selain sektor pertambangan. Ia juga mengeluhkan persoalan sampah akibat minimnya armada pengangkut serta mengusulkan adanya pangkalan elpiji di wilayah mereka.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hamzah Idrus menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti sesuai kewenangan. Terkait bahu jalan kanal dan sungai yang menjadi kewenangan Balai Sungai, ia menegaskan akan melakukan konfirmasi dan koordinasi langsung dengan pihak balai. Untuk persoalan drainase, ia memastikan akan menindaklanjutinya melalui mekanisme di DPRD Provinsi Gorontalo.
Soal pupuk subsidi, Hamzah menjelaskan bahwa regulasinya berasal dari pemerintah pusat dan sering tidak selaras dengan kondisi daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus lebih proaktif, sementara DPRD menjalankan fungsi pengawasan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.
Terkait permohonan kipas angin untuk masjid, Hamzah menyatakan akan memenuhinya melalui yayasan sebelum bulan Ramadan. Untuk isu stunting, ia berjanji akan mengomunikasikannya dengan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Sedangkan untuk rabat jalan dan penerangan, ia menyampaikan bahwa sementara waktu akan ditangani melalui dana yayasan, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
Selain itu, Hamzah Idrus juga menyampaikan rencana untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang tenaga kerja, sebagai upaya menjawab persoalan pengangguran. Ia turut menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran nasional yang saat ini bersifat sentralisasi, dan menekankan pentingnya kepemimpinan daerah yang memiliki gagasan kuat serta mampu memperjuangkan kebutuhan daerah di tingkat pusat.
Terkait persoalan sampah, Hamzah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan, termasuk memanfaatkan pengelolaan sampah sederhana seperti membakar sampah yang memungkinkan. Sementara untuk usulan pangkalan elpiji, ia meminta masyarakat untuk mengajukan proposal agar dapat diperjuangkan lebih lanjut.
Kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat Poowo Barat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus menegaskan komitmen Hamzah Idrus dalam mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat provinsi.









