Syamsir Kiayi: Padengo Wilayah Pertanian & Kawasan DAS, Aspirasi Masyarakat Terfokus Sektor Ekonomi dan Penataan Lingkungan

Profil14 Dilihat

HumasDeprov– Anggota DPRD / Tokoh Masyarakat Syamsir Kiayi melakukan kunjungan kerja dan berinteraksi langsung dengan warga di Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Selasa 7 Juli 2026. Wilayah ini memiliki karakteristik utama sebagai kawasan pertanian strategis, dengan sebagian wilayah masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone Bolango. Kondisi geografis dan ekonomi ini menjadikan harapan dan aspirasi masyarakat banyak berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian, serta penanganan kawasan pemukiman.

Perlu diketahui, Kelurahan Padengo merupakan salah satu dari tiga wilayah di Kabupaten Bone Bolango yang secara resmi ditetapkan dalam Peraturan Daerah sebagai kawasan kumuh. Hal ini menjadi perhatian utama untuk segera diselesaikan demi peningkatan kualitas hidup warga.

Dalam pertemuan tersebut, Syamsir Kiayi menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat telah berhasil direalisasikan. Di antaranya adalah pembangunan dua unit musala serta bantuan pemeliharaan dan pengembangan rumah ibadah di wilayah tersebut. Selain itu, usulan bantuan pembangunan dan perbaikan masjid serta dukungan kegiatan majelis taklim telah dimasukkan ke dalam rancangan anggaran tahun 2027, dan saat ini sedang dalam tahap menunggu proses verifikasi sebelum dilaksanakan realisasi.

Namun, Syamsir Kiayi juga mengungkapkan masih adanya kendala yang belum terselesaikan. Bantuan yang diusulkan pada tahun 2025 untuk tujuh kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Padengo hingga saat ini belum juga tersalurkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo. Bantuan yang sangat diharapkan warga meliputi penyediaan peralatan usaha mebel dan perlengkapan menjahit, guna meningkatkan keterampilan serta pendapatan ekonomi keluarga.

“Terkait hal ini, saya akan terus memperjuangkan dan mendesak kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, agar bantuan bagi saudara-saudara kita di tujuh kelompok UMKM Padengo dapat segera diproses dan disalurkan secepatnya,” tegas Syamsir.

Selain persoalan di tingkat kelurahan, Syamsir Kiayi juga menyoroti pentingnya upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango yang saat ini masih menghadapi keterbatasan kemampuan fiskal. Sebagai contoh nyata, TPA Lonuo yang telah mendapatkan dukungan sarana dan prasarana lengkap dari pemerintah belum dapat beroperasi. Akibatnya, fasilitas tersebut belum memberikan manfaat maupun kontribusi ekonomi bagi daerah.

“Kita berharap pengelolaan TPA Lonuo dapat ditata dan dijalankan sebagaimana layaknya TPA Talumelito. Jika beroperasi dengan baik, selain menjaga lingkungan, fasilitas ini juga mampu menyumbang pendapatan bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone Bolango,” pungkasnya.