Serap Aspirasi Warga, Ridwan Monoarfa Dorong Rumput Laut Jadi Produk Unggulan Gorut

Berita, Profil1037 Dilihat

Humas Deprov – ‎Dalam reses masa persidangan pertama tahun ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, menggelar pertemuan bersama masyarakat Desa Kota Jin, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.

‎Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menegaskan pentingnya pengembangan potensi lokal, terutama sektor kelautan seperti budidaya rumput laut, yang dinilainya memiliki prospek besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Senin (27/10/2025)

‎Reses yang digelar di Desa Kota Jin itu berlangsung hangat dan interaktif. Ridwan Monoarfa mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar forum seremonial, tetapi wadah untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

‎Salah satu isu yang kembali mencuat adalah persoalan banjir dan perlunya penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

‎“Setiap kali turun reses, kita temui persoalan yang hampir sama, seperti banjir dan bantuan yang belum merata,” ujar Ridwan.

‎”Namun kali ini, yang menarik, dinas-dinas juga menjelaskan sejumlah program unggulan gubernur, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia, seperti pemberdayaan rumput laut, program taksi nelayan, dan ketahanan pangan,” tambah Ridwan.

‎Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk berpikir lebih terbuka dan keluar dari zona nyaman, terutama dalam hal mata pencaharian.

lp

‎Ridwan menilai selama ini masyarakat terlalu bergantung pada tanaman jagung, padahal lahan dan potensi alam setempat bisa dimanfaatkan untuk komoditas jangka panjang seperti durian, jambu mente, dan tanaman keras lainnya.

‎“Jagung memang cepat panen, tapi sifatnya musiman. Kalau masyarakat hanya mengandalkan jagung, mereka akan kembali ke titik semula setelah masa panen. Perlu ada diversifikasi usaha agar pendapatan masyarakat lebih stabil,” jelasnya.

‎Ridwan juga menyinggung kebijakan larangan penanaman di lahan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat yang telah diberlakukan sejak masa Gubernur Rusli Habibie.

‎Kebijakan ini, menurutnya, bertujuan untuk mengurangi risiko banjir akibat erosi. Ia mendorong masyarakat agar mengganti pola tanam dengan jenis tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi tanah, sekaligus berpotensi wisata.

‎“Kalau lahan ditata dengan baik, dibangun terasering, selain mencegah longsor, bisa juga menjadi kawasan wisata yang menarik. Jadi, selain produktif, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi lain dari sektor pariwisata,” tambahnya.

‎Menyoroti potensi kelautan di wilayah Gorontalo Utara, Ridwan menilai rumput laut merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Namun sayangnya, pemanfaatan potensi ini masih sangat terbatas.

‎“Saya lihat di sini belum banyak masyarakat yang mengelola rumput laut, padahal potensi keuntungannya besar. Apalagi laut di Gorut ini relatif tenang, sangat ideal untuk budidaya,” katanya.

‎Ridwan berharap, ke depan, rumput laut bisa menjadi produk unggulan Gorontalo Utara. Ia juga menyebutkan rencana penyediaan bibit rumput laut bagi masyarakat pesisir sebagai langkah awal penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

‎“Kalau bibit sudah disiapkan dan masyarakat mau bergerak, budidaya rumput laut ini akan sangat mudah dikembangkan. Pasarnya luas, dan hasilnya cepat dirasakan. Inilah yang kita dorong agar masyarakat lebih berdaya,” pungkas Ridwan Monoarfa.

Pewarta : Ick