Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Warga Desa Masuru, Pertanian hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita31 Dilihat

Humas Deprov – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, kembali melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dengan mengunjungi Desa Masuru, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang didominasi oleh petani.

Dalam kegiatan reses itu, Ridwan Monoarfa didampingi oleh Safrano dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo serta tokoh masyarakat Desa Masuru, Fahmi Tahir Said. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Desa Masuru menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Oleh karena itu, mereka berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan para petani, khususnya bantuan bibit jagung, pupuk, serta berbagai sarana produksi pertanian.

Kelompok tani juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas usaha tani dan mendorong peningkatan hasil panen.

Selain sektor pertanian, masyarakat berharap adanya program beasiswa bagi putra-putri Desa Masuru yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurut warga, bantuan pendidikan sangat dibutuhkan agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Di bidang infrastruktur, warga mengusulkan pemasangan lampu jalan yang menjangkau empat dusun, bantuan bagi pelaku UMKM, pembangunan jamban keluarga, normalisasi sungai, serta pembangunan jalan usaha tani di Dusun Dutula. Warga menjelaskan bahwa usulan pembangunan jalan tersebut telah diajukan sebanyak dua kali, namun hingga kini belum terealisasi.

Kondisi jalan yang rusak menyebabkan akses menuju dua dusun menjadi terganggu, terutama saat musim hujan. Akibatnya, kendaraan roda dua sulit melintas sehingga biaya transportasi masyarakat meningkat.

Masyarakat juga mengeluhkan kondisi bronjong penahan sungai yang telah mengalami kerusakan. Mereka khawatir abrasi sungai akan semakin parah karena terdapat beberapa rumah warga yang berada sangat dekat dengan bantaran sungai dan berpotensi terdampak longsor apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Dalam sektor pertanian, sejumlah warga menyampaikan evaluasi terhadap bantuan benih yang selama ini diterima. Mereka berharap kualitas benih yang disalurkan pemerintah dapat lebih diperhatikan karena sebagian bantuan sebelumnya dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan petani dan berdampak pada hasil produksi.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian masyarakat adalah kepesertaan BPJS Kesehatan. Warga berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan iuran, khususnya masyarakat yang sebelumnya terdaftar namun kini tidak lagi masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 5 sehingga kepesertaan BPJS mereka menjadi tidak aktif.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan organisasi perangkat daerah terkait.

“Reses merupakan momentum untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami kawal sesuai kewenangan DPRD agar dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi. Kami ingin setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan sosial,” ujar Ridwan Monoarfa.

Ia berharap sinergi antara DPRD Provinsi Gorontalo, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dapat direalisasikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Masuru dan Kabupaten Gorontalo Utara secara keseluruhan.