Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Warga Desa Kikia

Berita, Reses107 Dilihat

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Monoarfa, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Kikia, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan reses tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kikia, Sandri M., dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, kelompok tani, serta warga setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kikia menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya pembangunan jalan tani yang berada di Dusun III serta pembangunan pemecah ombak di wilayah pesisir Desa Kikia guna melindungi kawasan pantai dari abrasi.

Perwakilan masyarakat Dusun III Molinggo, Wahyudin Djalil, mengungkapkan bahwa wilayahnya hampir setiap tahun dilanda banjir akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan pemecah ombak, tambatan perahu, serta pagar beton di sepanjang bibir pantai karena air laut saat pasang sudah mencapai badan jalan dan mengancam mengikis aspal.

Sementara itu, Jufri Datuk Kramat menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat Desa Kikia berprofesi sebagai petani dan nelayan. Ia berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan bantuan berupa tangki air, pupuk, bibit padi, serta bibit jagung untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Menurutnya, banyak proposal bantuan yang diajukan masyarakat belum dapat diproses karena terkendala persoalan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Aspirasi lainnya disampaikan oleh Idris Uka yang meminta normalisasi sungai di Desa Kikia. Ia menjelaskan bahwa sekitar 200 kepala keluarga terdampak banjir akibat luapan sungai hampir setiap musim hujan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Kikia menjelaskan bahwa sebelumnya pengerukan saluran sungai hingga ke area plat deker telah dilakukan menggunakan dana pribadi, kemudian dilanjutkan secara swadaya bersama masyarakat. Namun, menurutnya, pengerukan masih perlu dilanjutkan hingga ke bagian hulu sungai agar persoalan banjir dapat diatasi secara menyeluruh.

Di sektor pendidikan, Jerry Iswanto mempertanyakan peluang kelanjutan program beasiswa dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya tersedia kuota beasiswa, namun sebagian calon penerima terlambat melengkapi berkas sehingga berharap program tersebut masih dapat diakomodasi melalui APBD Perubahan Tahun 2026.

Sementara itu, Marjudin Tiyali menyampaikan aspirasi terkait kondisi SMP Negeri 3 Sumalata. Ia mengusulkan pembangunan pagar permanen sekolah karena hingga saat ini batas sekolah masih menggunakan kawat berduri yang dinilai kurang aman dan memudahkan siswa keluar masuk area sekolah tanpa pengawasan. Selain itu, ia juga menyoroti kesejahteraan petugas keamanan sekolah yang selama ini hanya memperoleh honor dari iuran orang tua siswa sebesar Rp5.000, sehingga diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa reses merupakan sarana bagi wakil rakyat untuk menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah.

“Kami akan mengawal setiap aspirasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo, baik di bidang infrastruktur, pertanian, perikanan, pendidikan, maupun penanggulangan bencana. Semua masukan masyarakat akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” tegas Ridwan Monoarfa.