Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Demokrat, Syarifuddin Bano, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pembangunan ruas jalan yang telah puluhan tahun menjadi keluhan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar reses dan tatap muka bersama sekitar 250 konstituen di Desa Ombulotango, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Camat Tolangohula, para kepala desa, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Dinas Peternakan serta Perkebunan Provinsi Gorontalo.
Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan utama yang mengemuka adalah kondisi ruas jalan yang telah mengalami kerusakan selama lebih dari 20 tahun. Warga mengeluhkan jalan tersebut karena menghambat aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Syarifuddin mengatakan dirinya terus mengawal proses percepatan pembangunan jalan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, BPJN, hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kerusakan jalan ini bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga telah menimbulkan banyak kecelakaan. Bahkan ada warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas jalan tersebut. Saat proses rujukan pasien, termasuk ibu hamil, ada yang sampai melahirkan di perjalanan karena sulitnya akses menuju rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut Syarifuddin, berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, ruas jalan tersebut telah masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dan menjadi salah satu prioritas penanganan pada tahun 2026.
Ia menjelaskan, kepastian tersebut diperoleh setelah rapat koordinasi secara daring bersama Kementerian Pekerjaan Umum yang membahas rencana pelaksanaan pembangunan dalam dua segmen pekerjaan.
“Insya Allah tahun ini jalan tersebut segera ditangani. Ini menjadi kabar baik yang sudah lama dinantikan masyarakat. Namun saya tetap mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Selain mendapat dukungan pemerintah pusat melalui program IJD, Syarifuddin mengungkapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar melalui APBD Tahun 2026 sebagai langkah awal penanganan ruas jalan tersebut.
Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Gorontalo yang dinilai tetap memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.
“Pak Gubernur memahami betul kondisi jalan ini karena pernah merasakan langsung sulitnya akses yang dilalui masyarakat. Karena itu, pemerintah provinsi tetap mengalokasikan anggaran melalui APBD, kemudian bersama-sama kita mengawal agar pembangunan juga memperoleh dukungan melalui Inpres Jalan Daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BPJN menyampaikan bahwa pembangunan ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana pelaksanaan tahun ini dan diharapkan segera memasuki tahap pekerjaan.
Menjelang dimulainya proyek, Syarifuddin juga meminta dukungan penuh masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan, termasuk apabila terdapat penyesuaian lahan di sepanjang trase jalan.
Ia menjelaskan, berdasarkan perencanaan teknis, ruas jalan akan dibangun dengan konstruksi permanen berstandar nasional, memiliki lebar sekitar enam meter, dilengkapi bahu jalan di kedua sisi serta saluran drainase untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan infrastruktur.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama mengawal pelaksanaan pekerjaan ini. Apabila nantinya ada bagian lahan atau bangunan yang terdampak demi kepentingan pembangunan jalan, kami berharap masyarakat dapat mendukung dengan penuh keikhlasan agar proyek ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan bersama,” tutup Syarifuddin.
