PIAD Provinsi Gorontalo Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Pola Asuh Ramah Anak

Berita90 Dilihat

Humas Deprov — Persatuan Istri Anggota Dewan (PIAD) Provinsi Gorontalo terus mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu upaya menciptakan keluarga yang harmonis, aman, serta bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Advokasi Ketahanan Keluarga “Melalui Pola Asuh Ramah Anak dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis, Aman dan Bebas Kekerasan”, yang dilaksanakan di Tapada’a Beach, Kabupaten Boalemo, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menghadirkan sebanyak 100 peserta dari berbagai unsur, di antaranya PIAD Kabupaten Boalemo, Tim Penggerak/Pengurus PKK Kabupaten Boalemo, Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Boalemo, pendidik/guru, KUA, organisasi dan tokoh masyarakat, pemangku kepentingan terkait perlindungan perempuan dan anak, serta unsur lainnya yang terkait dengan penguatan ketahanan keluarga.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua PIAD Provinsi Gorontalo, Dewi Ridwan Monoarfa Arbie.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PIAD Provinsi Gorontalo Dewi Ridwan Monoarfa Arbie menyampaikan menyampaikan ketahanan keluarga merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan maupun anak.

“Penguatan ketahanan keluarga harus dimulai dari bagaimana kita membangun pola asuh yang ramah anak. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta lingkungan yang memberikan rasa aman dan terlindungi,” ujar Dewi.

Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, organisasi perempuan, pendidik, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman dan komitmen bersama bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah kekerasan. Ketika keluarga kuat, komunikasi terbangun dengan baik, dan pola asuh dilakukan secara positif, maka akan terbentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia berharap materi dan pemahaman yang diperoleh para peserta dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing, sehingga upaya penguatan ketahanan keluarga dapat memberikan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang bagaimana kita melindungi anak, tetapi juga bagaimana kita membangun keluarga yang mampu menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan dan rasa aman,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan perempuan dan anak, organisasi perempuan, serta psikologi.

Narasumber pertama yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, yang menyampaikan materi bertema “Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Pola Asuh Ramah Anak.”

Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai kebijakan perlindungan perempuan dan anak sekaligus pentingnya penerapan pola asuh ramah anak sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang kuat dan terlindungi.

Selanjutnya, Ketua GOW Kabupaten Boalemo menyampaikan materi bertema “Peran Strategis Organisasi Perempuan dalam Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”

Sementara itu, narasumber dari kalangan psikolog menyampaikan materi bertema “Dari Keluarga ke Komunitas: Menguatkan Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”

Melalui kegiatan advokasi ini, PIAD Provinsi Gorontalo mendorong adanya pemahaman bersama bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Pola komunikasi yang baik, pengasuhan yang positif, serta keterlibatan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi perempuan, keluarga, pendidik, tokoh masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ketahanan keluarga di Provinsi Gorontalo.

PIAD Provinsi Gorontalo berharap advokasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan diperkuat melalui peran aktif seluruh unsur masyarakat dalam mencegah kekerasan serta mewujudkan keluarga yang harmonis, aman dan ramah anak.