Masuk Bulan Kelima Kemarau, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Sambangi Desa Bulotalangi Barat

Humas Deprov — Memasuki bulan kelima musim kemarau, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo turun langsung meninjau kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Bulotalangi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (25/9/2026)

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung dampak kemarau panjang, khususnya terkait ketersediaan air bersih yang mulai menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Komisi I berdialog dengan Pemerintah Desa Bulotalangi Barat dan warga untuk menggali kondisi serta kebutuhan masyarakat di tengah berlangsungnya musim kemarau.

Sekretaris Desa Bulotalangi Barat, Meldi Lasena, S.Pd., menjelaskan bahwa dampak kekeringan paling parah saat ini dirasakan masyarakat di Dusun III dan Dusun IV.

Menurutnya, warga di dua dusun tersebut kini sangat bergantung pada suplai air bersih yang didistribusikan menggunakan mobil tangki, baik dari PDAM, BPBD maupun PMI.

“Distribusi air bersih saat ini terjadwal seminggu sekali, setiap hari Rabu. Informasinya, jadwal tersebut akan dialihkan menjadi setiap hari Senin,” ungkap Meldi saat berdialog dengan anggota Komisi I.

Meldi menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Provinsi Gorontalo terhadap kondisi masyarakat. Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi warga bukan hanya menyangkut ketersediaan pasokan air, tetapi juga keterbatasan tempat penampungan.

“Warga hanya menampung air dengan wadah apa adanya seperti ember ukuran kecil. Itu pun hanya beberapa wadah yang dimiliki,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy M. Udoki, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di tengah kondisi kemarau berkepanjangan.

“Secara umum kebutuhan air bersih di Desa Bulotalangi Barat masih mencukupi, tetapi yang menjadi perhatian kami adalah daya tampung air yang dimiliki warga,” ujar Femmy.

Menurutnya, keterbatasan tempat penampungan perlu segera mendapat perhatian dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Sebab, apabila musim kemarau terus berlangsung, cakupan wilayah terdampak berpotensi semakin meluas.

“Ini perlu diantisipasi. Jika kemarau berkepanjangan, dampaknya tidak hanya di Dusun III dan IV, tetapi bisa meluas ke dusun lain bahkan merambat ke desa tetangga,” tegas politisi yang akrab disapa Femi tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Gorontalo, PDAM, serta perangkat daerah terkait untuk mendorong penambahan bantuan tandon atau tempat penampungan air bagi masyarakat.

Selain itu, Komisi I juga akan mendorong peningkatan intensitas distribusi air bersih agar kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.

Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan yang lebih konkret sehingga masyarakat Desa Bulotalangi Barat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak, tetap memperoleh akses air bersih yang memadai.